Cerita Barcelona Menemukan Bakat Emas Pau Cubarsi: Dari Turnamen Kecil Hingga Debut Usia 16 Tahun

2 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona dikenal sebagai salah satu klub dengan akademi terbaik di dunia. La Masia telah melahirkan banyak pemain besar yang kemudian menjadi tulang punggung tim utama.

Dalam beberapa dekade terakhir, klub asal Catalan itu menghasilkan bek-bek berkualitas. Banyak di antaranya mampu tampil dominan karena memahami filosofi permainan Barcelona sejak usia muda.

Tradisi itu kembali berlanjut dengan munculnya nama Pau Cubarsi. Bek muda ini mencuri perhatian sejak menembus tim utama Barcelona pada musim 2023/2024.

Yang membuat kisahnya semakin menarik adalah usia Cubarsi saat itu. Ia sudah dipercaya tampil di level tertinggi ketika baru berusia 16 tahun.

Terpantau Saat Masih Membela Girona

Sebelum dikenal publik Camp Nou, Cubarsi sebenarnya sudah masuk radar pemandu bakat Barcelona sejak lama. Saat itu ia masih bermain di level junior bersama Girona.

Sosok yang pertama kali benar-benar tertarik pada kemampuan Cubarsi adalah Dani Horcas. Ia merupakan pelatih yang pernah menghabiskan delapan tahun bekerja di struktur tim muda Barcelona.

Horcas pertama kali melihat Cubarsi ketika mengikuti sebuah turnamen junior di wilayah Basque Country.

“Kami bersama tim Alevin C di Turnamen Azpeitia di Basque Country, dan Pau Cubarsi bermain untuk Girona," kata Dani Horcas.

“Kami sudah mengikutinya, karena Anda selalu harus mengawasi pemain dari Cornella, Damm, Girona, dan banyak klub Catalan lainnya," sambungnya.

Duel Pau Cubarsi dan Lamine Yamal Muda

Dalam turnamen yang sama, terjadi sebuah pertandingan yang kini terasa sangat spesial. Barcelona bertemu Girona dalam laga yang mempertemukan Cubarsi dengan Lamine Yamal.

Saat itu Yamal sudah berada dalam sistem akademi Barcelona. Pertemuan keduanya di lapangan menciptakan duel yang sangat menarik bagi para pelatih yang menyaksikan.

“Dalam pertandingan antara Barça dan Girona, Lamine harus bertarung dengan Cubarsi di lapangan," kata Dani Horcas.

“Percikan api berkobar di antara keduanya. Itu adalah pertandingan yang sangat sulit bagi kami, dan kami hanya berhasil menang melalui adu penalti.”

Bek Muda yang Langsung Mencuri Perhatian

Barcelona akhirnya keluar sebagai juara dalam turnamen tersebut. Namun bagi Horcas, ada satu pemain lawan yang meninggalkan kesan mendalam.

Sepanjang kompetisi, Barcelona juga menghadapi Espanyol dan Real Madrid. Akan tetapi, Girona justru menjadi lawan yang paling sulit untuk mereka taklukkan. Salah satu alasannya adalah performa luar biasa Cubarsi di lini belakang. Ia tampil sangat tenang dan matang meskipun masih bermain di level usia muda. “Dia adalah bek tengah yang luar biasa. Saya memperhatikan betapa tenangnya dia dan bagaimana dia membawa bola keluar. Dia tidak menendang bola sembarangan," kenang Horcas.

Read Entire Article
Bisnis | Football |