Chelsea Punya PR Besar Soal Disiplin, Mampukah Liam Rosenior Mengatasinya?

1 month ago 26

Liputan6.com, Jakarta - Chelsea tengah bersiap menatap era baru, namun satu masalah lama masih terus menghantui: disiplin pemain. Jika melihat komposisi skuad terbaik di atas kertas, The Blues seolah punya semua yang dibutuhkan untuk bersaing di papan atas.

Robert Sanchez kukuh sebagai kiper utama, Moises Caicedo menjadi motor lini tengah, sementara Marc Cucurella memberi energi tanpa henti di sisi kiri. Bahkan di bangku cadangan, Enzo Maresca, dalam bayangan sebagian fans masih “hadir”.

Namun susunan ideal itu nyaris mustahil terwujud di lapangan. Alasannya sederhana tapi krusial: Chelsea sedang dilanda krisis disiplin serius.

Hampir Membentuk “XI Kartu Merah”

Pada musim 2025/2026, Chelsea hanya terpaut empat pemain lagi untuk “melengkapi” satu tim penuh yang pernah menerima kartu merah. Selain Sanchez, Caicedo, dan Cucurella, sejumlah nama inti lain seperti Malo Gusto, Trevoh Chalobah, Joao Pedro, hingga Liam Delap juga sudah merasakan pahitnya diusir wasit musim ini.

Masalahnya tidak berhenti di pemain. Mantan pelatih Enzo Maresca pun sempat menerima kartu merah dari area teknis, sebuah contoh yang dinilai kurang ideal bagi skuad muda yang tengah berkembang.

Dampaknya nyata. Chelsea sudah lima kali bermain di Premier League dengan 10 pemain, dan hanya sekali menang, itu pun melawan Nottingham Forest yang saat ini berada di papan bawah.

Kartu Merah Mahal di Momen Krusial

Salah satu momen paling merugikan datang saat Cucurella dikartu merah dalam laga derby melawan Fulham. Insiden itu terjadi di tengah periode musim dingin yang buruk. Kemenangan atas rival sekota seharusnya bisa mendongkrak posisi Chelsea hingga ke peringkat empat, tergantung hasil tim lain. Kenyataannya, mereka justru melorot ke posisi ketujuh, awal yang jauh dari ideal bagi manajer anyar, Liam Rosenior.

Secara statistik, Chelsea bahkan memimpin klasemen “unfair play” Premier League. Berdasarkan metode Transfermarkt, satu poin untuk kartu kuning, tiga untuk kartu kuning kedua, dan lima untuk kartu merah langsung, Chelsea telah mengoleksi 69 poin pelanggaran di pertengahan musim.

Rinciannya mencolok: 46 kartu kuning (termasuk satu yang berujung kartu kuning kedua) serta empat kartu merah langsung di liga. Tottenham, rival terdekat mereka dalam daftar ini, masih tertinggal dengan 59 poin.

Lanjut baca

Catatan buruk Chelsea bukan hanya skala domestik. Mereka kini berstatus sebagai salah satu tim “terkotor” di lima liga top Eropa, sejajar dengan Lazio. Klub Serie A itu mencatat tujuh kartu merah musim ini, enam di antaranya langsung. Hanya Real Oviedo dari LaLiga yang lebih parah, dengan delapan kartu merah dalam waktu enam bulan. Sevilla dan Monaco menyusul di peringkat berikutnya, sementara Premier League menempatkan enam wakilnya di 20 besar daftar tim dengan disiplin terburuk di Eropa. LaLiga sendiri bisa disebut sebagai liga paling “keras”, dengan delapan tim masuk 20 besar dan total 32 kartu merah. Sebaliknya, Bundesliga relatif bersih—hanya Mainz yang masuk daftar, meski tetap mengoleksi lima kartu merah.

Read Entire Article
Bisnis | Football |