Eberechi Eze Masih Beradaptasi di Arsenal: Ritme Padat dan Minim Waktu Latihan Jadi Tantangan

3 weeks ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Eberechi Eze mengakui masih membutuhkan waktu untuk benar-benar beradaptasi dengan tuntutan bermain di Arsenal. Jadwal padat dengan frekuensi hampir dua pertandingan setiap pekan membuatnya harus menyesuaikan diri, terutama dengan minimnya waktu latihan reguler.

Kepindahan impian ke Emirates Stadium sejauh ini belum sepenuhnya berjalan mulus bagi pemain berusia 27 tahun tersebut. Dalam sembilan laga terakhir Arsenal di Premier League, Eze belum sekalipun dipercaya sebagai starter. Situasi ini memunculkan anggapan bahwa ia belum sepenuhnya mendapat tempat utama di bawah asuhan Mikel Arteta.

Meski demikian, mantan winger Crystal Palace itu menegaskan tetap menikmati setiap momen bersama The Gunners, termasuk tantangan baru bermain dalam ritme kompetisi yang jauh lebih intens.

Adaptasi dengan Ritme Empat Kompetisi

Musim ini menjadi pengalaman pertama Eze merasakan atmosfer kompetisi Eropa. Arsenal yang bersaing di empat ajang berbeda membuat jadwal pertandingan nyaris selalu dua kali dalam sepekan. Kondisi ini kontras dengan masa-masanya di Crystal Palace, ketika ia memiliki waktu persiapan lebih panjang untuk setiap pertandingan.

Eze menyebut perbedaan terbesar terletak pada pola latihan. Dengan jadwal yang padat, sesi latihan lebih banyak difokuskan pada persiapan jelang pertandingan (matchday-2 atau matchday-1), bukan lagi latihan intens reguler seperti yang biasa ia jalani sebelumnya.

“Saya sangat menyukainya. Berada dalam ritme yang selalu bermain dan selalu bersaing, itulah bagian paling menyenangkan dari sepak bola,” ujar Eze kepada laman resmi klub.

“Bermain di stadion dengan dukungan suporter, itu sesuatu yang sangat saya nikmati. Memang latihannya mungkin sedikit lebih ringan dari yang biasa saya jalani karena banyak sesi difokuskan ke persiapan pertandingan, tapi pertandingan-pertandingan ini sangat penting, dan saya menikmati itu.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meski waktu bermainnya belum konsisten, Eze tetap melihat sisi positif dari dinamika di klub besar.

Momentum Datang di Saat yang Tepat?

Situasi skuad Arsenal saat ini bisa membuka peluang bagi Eze untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak. Cedera terbaru yang dialami Kai Havertz serta kondisi Martin Odegaard yang belum sepenuhnya fit membuat Arteta membutuhkan opsi tambahan di lini serang.

Dengan fleksibilitasnya bermain di sisi sayap maupun peran lebih sentral, Eze berpotensi menjadi solusi kreatif dalam rotasi padat Arsenal.

Read Entire Article
Bisnis | Football |