Elly Idris Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun: Jejak Karier Gemilang Legenda Timnas Indonesia

9 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Indonesia. Legenda tim nasional, Elly Idris, telah meninggal dunia pada Kamis, 12 Februari 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Kepergian sosok yang dikenal sebagai "Si Gajah Putih" ini meninggalkan duka mendalam bagi insan sepak bola tanah air.

Elly Idris menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Cinta Kasih, Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan. Beliau wafat pada usia 63 tahun setelah mengalami pembengkakan ginjal, seperti yang disampaikan oleh pihak dokter.

Berita duka Elly Idris Meninggal Dunia ini telah dikonfirmasi oleh Robert Patrick, media officer Persita Tangerang, serta sejumlah rekan dekat almarhum. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi sejarah sepak bola Indonesia yang pernah ia harumkan.

Mengenang Sosok Legenda Elly Idris

Elly Idris lahir di Pulau Buru, Maluku, pada tanggal 4 November 1962. Bakat sepak bolanya pertama kali ditemukan oleh dr. Zulkifli Amin, seorang dokter asal Jakarta yang bertugas di daerah asalnya, yang kemudian membawanya ke ibu kota.

Semasa aktif bermain, Elly Idris dikenal dengan julukan "Si Gajah Putih" karena postur tubuhnya yang besar namun lincah di lapangan. Julukan ini melekat erat dengan karakternya yang tangguh dan sulit ditembus lawan.

Pengamat sepak bola terkemuka, Akmal Marhali, mengenang Elly Idris sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati, dan memiliki integritas tinggi. Sifat-sifat ini menjadikannya sosok yang dihormati baik di dalam maupun di luar lapangan.

Jejak Gemilang Karier Sepak Bola Elly Idris

Karier profesional Elly Idris dimulai bersama PS Jayakarta, di mana ia berhasil membawa klub tersebut meraih posisi kedua di kompetisi Galatama musim 1980-1982. Ini menjadi awal dari perjalanan panjangnya di kancah sepak bola nasional.

Puncak kejayaan Elly Idris sebagai pemain terjadi bersama Yanita Utama, di mana ia sukses menjuarai Galatama pada musim 1983-1984 dan 1984. Penampilan impresifnya menarik perhatian tim nasional, membawanya dipanggil untuk proyeksi Pra-Piala Dunia dan SEA Games.

Setelah Yanita Utama bubar, Elly Idris melanjutkan dominasinya bersama Kramayudha Tiga Berlian, meraih gelar juara Galatama tiga musim beruntun (1985, 1986, 1987). Ia kemudian mempersembahkan tiga gelar Galatama lagi untuk Pelita Jaya pada edisi 1988, 1989, dan 1990.

Di level internasional, Elly Idris pertama kali memperkuat timnas Indonesia pada tahun 1985 untuk Pra Piala Dunia 1986. Ia juga menjadi bagian dari skuad Garuda yang berhasil mencapai semifinal Asian Games 1986, menunjukkan kontribusinya yang signifikan bagi Merah Putih.

Perjalanan Elly Idris di Bangku Pelatih

Setelah gantung sepatu, Elly Idris tetap mengabdi pada dunia sepak bola dengan beralih profesi menjadi pelatih. Klub pertama yang merasakan sentuhan kepelatihannya adalah Persibom.

Pengalamannya sebagai pemain top membuatnya dipercaya untuk melatih. Ia sempat menjadi asisten pelatih dan bahkan pelatih kepala untuk klub Persita Tangerang, kota tempat ia menghembuskan napas terakhirnya.

Dedikasi Elly Idris terhadap sepak bola terus berlanjut hingga tahun 2021, ketika ia ditunjuk untuk melatih Persitara Jakarta Utara di Liga 3. Ini menunjukkan komitmennya yang tak pernah padam untuk memajukan sepak bola Indonesia.

Kai Havertz Cedera Lagi, Arsenal Hadapi Jadwal Padat Tanpa Bintang Jerman

Read Entire Article
Bisnis | Football |