Gianni Infantino Bela Harga Tiket Piala Dunia 2026 yang Dinilai Mahal

1 week ago 21

Liputan6.com, Jakarta - Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara konsisten membela kebijakan penetapan harga tiket Piala Dunia 2026 yang menuai kritik tajam karena dinilai terlalu tinggi. Pembelaan ini disampaikan Infantino dalam berbagai forum penting, termasuk Forum Ekonomi Semafor World Economy 2026 Annual Convening pada Jumat, 17 April 2026, serta World Sports Summit di Dubai. Ia menjelaskan bahwa tingginya harga tiket ini didasari oleh beberapa faktor utama, termasuk status FIFA sebagai organisasi nirlaba dan permintaan tiket yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Infantino menyoroti bahwa Piala Dunia merupakan satu-satunya sumber pendapatan utama bagi FIFA setiap empat tahun, yang kemudian digunakan untuk membiayai pengembangan sepak bola global. Kritik dari kelompok penggemar yang menyebut harga tiket "memalukan" dan "selangit" telah memicu perdebatan luas di kalangan pecinta sepak bola. Namun, Infantino berargumen bahwa kondisi pasar yang istimewa dan format turnamen yang diperluas juga menjadi penentu harga.

Pembelaan ini datang di tengah lonjakan harga tiket yang signifikan dibandingkan edisi sebelumnya, terutama untuk pertandingan final. Meski demikian, FIFA telah memperkenalkan opsi tiket kategori khusus yang lebih terjangkau, meskipun jumlahnya terbatas. Situasi ini menciptakan tantangan bagi para penggemar yang ingin menyaksikan langsung ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.

FIFA: Organisasi Nirlaba dan Sumber Pendapatan Utama

Gianni Infantino menegaskan bahwa FIFA adalah organisasi nirlaba yang seluruh pendapatannya diinvestasikan kembali untuk pengembangan sepak bola di seluruh dunia. Ia menjelaskan bahwa Piala Dunia adalah acara utama dan satu-satunya yang menghasilkan pendapatan bagi FIFA.

Pendapatan yang dihasilkan selama satu bulan penyelenggaraan Piala Dunia digunakan untuk membiayai kegiatan FIFA selama 47 bulan berikutnya. Ini termasuk investasi dan keberlangsungan sepak bola di 211 negara anggota di seluruh dunia. Infantino bahkan menyatakan, "Tanpa FIFA, sepak bola di 150 negara di dunia mungkin tidak akan ada," menekankan pentingnya pendapatan ini.

Banyak pihak belum memahami bahwa seluruh pendapatan FIFA dikembalikan untuk pengembangan sepak bola global. Ini adalah argumen inti Infantino dalam menanggapi kritik mengenai harga tiket yang tinggi.

Read Entire Article
Bisnis | Football |