Hansi Flick Protes Jelang Atletico vs Barcelona: Lapangan Stadion Metropolitano Jadi Sorotan

1 week ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona memasuki fase krusial musim ini saat menghadapi Atletico Madrid di leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026. Laga yang digelar Rabu (14/4) dini hari WIB itu menjadi penentu hidup-mati Blaugrana di Eropa.

Tertinggal agregat 0-2 membuat tekanan berada sepenuhnya di pundak tim asuhan Hansi Flick. Mereka dituntut tampil sempurna di kandang lawan yang terkenal sulit ditaklukkan.

Stadion Metropolitano bukan sekadar stadion, tetapi juga arena yang kerap menjadi mimpi buruk bagi tim tamu. Atmosfer yang intens berpadu dengan pendekatan taktis khas Atletico Madrid.

Namun, tantangan Barcelona kali ini tidak hanya datang dari lawan di atas lapangan. Faktor non-teknis mulai mencuri perhatian jelang kick-off.

Sorotan itu mengarah pada kondisi lapangan, yang dinilai berpotensi memengaruhi gaya bermain Barcelona. Flick pun tidak tinggal diam melihat situasi tersebut.

Protes Flick dan Dampaknya bagi Gaya Main Barcelona

Menurut ElDesmarque, Hansi Flick mengeluhkan kondisi lapangan kepada pejabat UEFA menjelang pertandingan melawan Atletico Madrid. Ia terlihat secara langsung menyampaikan kekhawatirannya di lokasi latihan resmi.

Gambar yang diambil oleh ElDesmarque menunjukkan pelatih kepala Barcelona mendekati delegasi UEFA yang hadir di tempat latihan dan menunjuk bagian tertentu dari lapangan. Hal ini mengindikasikan adanya area yang dianggap tidak ideal.

Kekhawatirannya tampaknya berpusat pada tinggi rumput. Masih belum jelas apakah ketidakpuasannya juga meluas ke kekeringan permukaan lapangan.

Meskipun kekhawatirannya serius, Flick dikabarkan menyampaikan masalah tersebut dengan sopan, mengungkapkan ketidakpuasannya dengan cara yang terukur daripada membuat keributan.

Bagi Barcelona, isu ini bukan hal sepele. Gaya bermain berbasis penguasaan bola dan umpan cepat sangat bergantung pada kualitas permukaan lapangan.

Rumput yang lebih tinggi berpotensi memperlambat laju bola dan merusak ritme permainan. Dalam konteks mengejar defisit dua gol, gangguan sekecil apa pun bisa berdampak besar.

Situasi ini sebenarnya sudah diantisipasi oleh kubu Barcelona. Bahkan sebelum leg pertama, mereka menyadari bahwa laga tandang di Metropolitano akan sarat tantangan, termasuk faktor lapangan.

Sumber: Barca Universal

Inter Milan Dekati Scudetto Usai Bungkam Como: Ini DNA Juara!

Read Entire Article
Bisnis | Football |