Harga Emas dan Perak Kompak Tergelincir Imbas Aksi Ambil Untung

2 weeks ago 18
  • Mengapa harga emas turun pada 16 Januari 2026?
  • Apa prediksi harga emas di tahun 2026?
  • Faktor apa yang mempengaruhi penurunan harga perak?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas turun lebih dari 1% pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta), 16 Januari 2026. Koreksi harga emas dunia terjadi seiring investor merealisasikan keuntungan setelah mencapai rekor tertinggi baru-baru ini. Sementara itu, tanda-tanda meredanya ketegangan geopolitik semakin mengurangi daya tarif logam mulia sebagai aset safe-haven.

Mengutip CNBC, Sabtu (17/1/2026), harga emas spot turun 0,2% menjadi USD 4.606,54 per ounce. Namun, logam mulia ini siap untuk menguat dalam dua minggu berturut-turut, sekitar 1,9% setelah mencapai puncak rekor USD 4.642,72 pada Rabu pekan ini.

Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup merosot 0,6% ke posisi USD 4.595,40.

"Ini adalah penurunan umum di kompleks komoditas setelah berminggu-minggu mengalami kenaikan agresif, dengan beberapa aksi ambil untung. De-eskalasi ketegangan Timur Tengah juga telah menghilangkan sebagian premi geopolitik pada emas dan logam lainnya, terutama perak,” ujar Analis Marex, Edward Meir.

Ketegangan geopolitik tampaknya mereda seiring dengan meredanya protes di Iran. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengambil pendekatan menunggu dan melihat, dan Presiden Rusia Vladimir Putin bergerak untuk menengahi di Iran dan meredakan situasi.

Di bidang perdagangan, Amerika Serikat (AS) dan Taiwan mencapai kesepakatan pada Kamis pekan ini yang menurunkan tarif pada banyak ekspor semikonduktor Taiwan dan mengarahkan investasi baru ke teknologi AS dan berisiko membuat China marah.

Sementara itu, the Federal Reserve (the Fed) akan mempertahankan suku bunga tidak berubah hingga paruh pertama 2026, dengan pemangkasan pertama sebesar 25 basis poin (bps) yang diprediksi pada Juni, menurut data yang dikumpulkan oleh LSEG.

Prediksi Harga Emas Dunia

Emas sebagai aset aman cenderung berkinerja baik selama masa ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, serta ketika suku bunga rendah.

"Saya masih berpikir kita memiliki peluang untuk mencapai USD 5.000 suatu saat tahun ini, diselingi dengan koreksi besar di antaranya,” ujar Meir.

Harga perak spot turun 3,6% menjadi USD 89,00 per ons, meskipun menuju kenaikan mingguan lebih dari 12% setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa USD 93,57 pada sesi sebelumnya.

JPMorgan mengatakan dalam sebuah catatan pada Jumat kalau meningkatnya risiko dari pelonggaran pasokan di luar AS dan arus keluar ETF hingga permintaan industri yang lebih lemah dan pembatasan perdagangan China yang lebih ketat, membuat perak rentan terhadap koreksi tajam.

Harga platinum spot turun 3,8% menjadi USD 2.303,40 per ons dan menuju kenaikan mingguan, sementara paladium kehilangan 2,4% menjadi USD 1.831 per ons.

Harga Emas Loyo Hari Ini 16 Januari 2026, Harga Perak Malah Cetak Rekor Termahal

Sebelumnya, harga emas turun pada hari Kamis (Jumat waktu Jakarta) karena data klaim pengangguran mingguan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan mendorong penguatan dolar AS.. Sementara nada moderat Presiden AS Donald Trump terhadap Iran semakin menekan permintaan emas sebagai aset safe-haven.

Dikutip dari CNBC, Jumat (16/1/2026), harga emas AS ditutup 0,26% lebih rendah pada level USD 4.623,70. Sedangkan harga perak menutup perdagangan dengan kenaikan 1,05% ke level USD 92,347, untuk penutupan rekor lainnya. Harga perak juga mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa di level USD 93,70.

BACA JUGA:Harga Emas Batangan 24 Karat Hari Ini 16 Januari 2026: Antam, UBS, IndoGold, dan Lakuemas

Data menunjukkan permohonan baru untuk tunjangan pengangguran AS secara tak terduga turun pekan lalu, mendorong indeks dolar AS ke level tertinggi sejak 2 Desember dan membuat harga emas batangan lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

“Data terbaru sedikit banyak membuat ekspektasi terhadap kebijakan The Fed tetap stabil, mungkin untuk paruh pertama tahun ini, sehingga indeks dolar AS berada pada level tertinggi dalam beberapa minggu dan itu sedikit menghambat pergerakan harga emas saat ini,” kata Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior Zaner Metals, Peter Grant.

Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa dia tidak berencana untuk memecat Jerome Powell meskipun ada penyelidikan kriminal Departemen Kehakiman terhadap Ketua Federal Reserve (Thef Fed) tersebut, tetapi masih terlalu dini untuk mengatakan apa yang akan dia lakukan pada akhirnya.

Secara umum diperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27-28 Januari, meskipun ada seruan Trump untuk penurunan suku bunga. Namun, pasar mengantisipasi setidaknya dua penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin di akhir tahun.

Ketegangan Geopolitik

Trump juga mengatakan bahwa ia telah diberitahu bahwa pembunuhan dalam penindakan Iran terhadap protes tampaknya mereda dan tidak melihat rencana segera untuk eksekusi skala besar, yang menandakan pendekatan tunggu dan lihat setelah ancaman intervensi sebelumnya.

Grant mengatakan meredanya ketegangan geopolitik sedikit menekan harga, tetapi memandang pergerakan emas sebagai koreksi dan memperkirakan para pedagang akan memperlakukan penurunan harga sebagai peluang pembelian.

Emas sebagai aset aman cenderung berkinerja baik selama masa ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, serta dalam lingkungan suku bunga rendah.

Gubernur Bank sentral Polandia Adam Glapinski mengatakan memiliki 550 ton emas pada akhir tahun 2025 dan ingin meningkatkan cadangannya menjadi 700 ton. 

Harga Emas dan Harga Perak Kemarin

Harga emas melonjak ke rekor tertinggi pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026. Lonjakan harga emas juga diikuti harga perak seiring ketidakpastian geopolitik dan ekonomi mendorong investor menuju aset safe haven. Di sisi main, harapan penurunan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) menambah momentum lebih lanjut.

Mengutip CNBC, Kamis (15/1/2026), harga emas di pasar spot menguat 1,1% menjadi USD 4.635,39 per ounce setelah mencapai rekor tertinggi. Harga kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari naik 1% menjadi USD 4.644,20.

"Semua jalan mengarah ke emas dan perak,” ujar COO Allegiance Gold, Alex Ebkarian.

Ia menuturkan, permintaan dari berbagai pembeli dan mencatat pasar berada dalam fase bullish struktural.  Emas yang tidak menghasilkan bunga, biasanya berkinerja baik pada periode suku bunga rendah dan ketidakpastian yang tinggi.

Iran memperingatkan negara-negara tetangga yang menampung pasukan Amerika Serikat kalau mereka akan menyerang pangkalan Amerika Serikat (AS) jika AS campur tangan atas protes di Iran. Sementara itu, para menteri Denmark akan bertemu dengan Wakil Presiden AS JD Vance setelah Presiden AS Donald Trump memperbarui tuntutan AS untuk mengendalikan Greenland.

Sementara itu, data menunjukkan penjualan ritel AS naik di atas ekspektasi pada November, sementara PPI memenuhi perkiraan bulanan tetapi melebihi perkiraan tahunan, menyusul angka CPI inti Desember yang lebih lemah dari perkiraan yang dirilis pada Selasa. Para pedagang terus mengantisipasi dua pemotongan suku bunga tahun ini.

Read Entire Article
Bisnis | Football |