I.League Gelar Owner Meeting BRI Super League 2025/2026, Bahas Apa?

4 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Operator kompetisi sepak bola Indonesia, I.League telah mengadakan owner meeting alias rapat antarpemilik klub BRI Super League 2025/2026. Pertemuan yang mempertemukan para pemangku kepentingan utama sepak bola nasional ini membahas banyak hal berkaitan dengan Liga Indonesia.

Rapat pemilik klub dan I.League yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (16/4/2026) malam tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Tak hanya itu, jajaran Komisaris dan Direksi I.League serta perwakilan dari 18 pemilik klub peserta BRI Super League turut hadir untuk memberikan sumbangsih pemikiran.

​Pertemuan ini menjadi wadah diskusi krusial untuk membedah jalannya kompetisi yang kini telah memasuki pekan ke-27. Selain mengevaluasi aspek teknis di lapangan, forum ini juga menyoroti berbagai terobosan yang telah diinisiasi oleh I.League sepanjang musim berjalan.

Pentingnya Sinergitas Pemangku Kepentingan

Erick Thohir dalam sambutannya memberikan apresiasi atas langkah-langkah inovatif yang diambil oleh operator liga. Ia menyebut bahwa PSSI terus memantau dan mempertimbangkan inisiatif tersebut sebagai bagian dari peta jalan penguatan kompetisi di level nasional

​"Liga yang baik berawal dari klub yang baik. Karena itu, sinergi antara federasi, operator, dan klub menjadi kunci dalam membangun kompetisi yang profesional dan berkelanjutan," tegas Erick Thohir di hadapan para pemilik klub.

​Erick menekankan bahwa fondasi liga yang kuat tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja, melainkan butuh komitmen kolektif dari seluruh pemilik klub untuk menjaga standar profesionalisme.

Penyelarasan Visi dan Transformasi Kompetisi

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengungkapkan bahwa Owner Meeting ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan forum untuk menyelaraskan visi besar antara federasi (PSSI), operator, dan klub sebagai pelaku utama di lapangan.

​Ferry menjelaskan ada beberapa poin strategis yang dibahas secara mendalam, antara lain peningkatan Kualitas Pertandingan, memastikan setiap laga berjalan adil dan kompetitif, hingga modernisasi manajemen pertandingan dan penggunaan teknologi, serta memperkuat nilai jual liga agar memberikan dampak ekonomi positif bagi klub-klub peserta.

​"Melalui forum ini, kami ingin memastikan setiap masukan dari klub menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas kompetisi. Kami percaya, dengan kolaborasi yang kuat dan komunikasi yang terbuka, liga kita akan terus berkembang," ujar Ferry Paulus optimis.

Komitmen untuk Sepak Bola Nasional

Pertemuan yang berlangsung hangat dan konstruktif tersebut melahirkan komitmen bersama untuk menjaga ekosistem sepak bola Indonesia yang sehat. I.League dan PSSI sepakat bahwa transformasi liga adalah harga mati demi menghasilkan output yang baik bagi Timnas Indonesia.

​Dengan berakhirnya pertemuan ini, diharapkan pada sisa musim 2025/2026 hingga musim-musim mendatang, BRI Super League dapat bertransformasi menjadi liga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki tata kelola kelas dunia yang berkelanjutan.

Persebaya Kalah 1-2 dari Madura, Bernardo Tavares Kritik VAR dan Wasit

Read Entire Article
Bisnis | Football |