Iran Isyarat Ada Kejutan di Selat Bab Al Mandab dalam Waktu Dekat

14 hours ago 13

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang sumber Iran yang mengetahui perkembangan perang di Timur Tengah memberi sinyal akan terjadi sesuatu pada jalur perdagangan Bab Al Mandab dalam waktu dekat.

Manuver ini dilaporkan menyusul peperangan antara Iran dan Amerika Serikat-Israel yang telah memasuki bulan kedua dan belum ada tanda-tanda akan mereda.

Sumber itu mengatakan kepada kantor berita semi-resmi Iran Tasnim bahwa Poros Perlawanan yang terdiri dari milisi sekutu Iran di Timur Tengah akan memberikan kejutan di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kejutan baru dari Pasukan Perlawanan akan terungkap dalam beberapa hari mendatang," kata sumber tersebut, seperti dilaporkan Tasnim.

Sumber itu menegaskan Poros Perlawanan tak pernah tercerai-berai seperti yang diharapkan musuh.

"Strategi aparat keamanan dan militer rezim Israel dalam mencegah persatuan perlawanan di kawasan telah gagal setelah angkatan bersenjata Yaman bergabung dalam perang melawan AS dan Israel," ucapnya.

"Setelah dimulainya perang, AS dan Israel bersama beberapa pemerintah regional menggandakan upaya untuk mencegah koordinasi kami. Tapi berkat konsolidasi kekuatan Iran dan mitra regionalnya, konspirasi itu gagal," tegas dia.

[Gambas:Video CNN]

AS dan Israel berperang melawan Iran sejak 28 Februari lalu. Pada saat yang sama, Israel juga berperang dengan Hizbullah selaku milisi sekutu Iran di Lebanon.

Perang ini telah menyeret negara-negara Arab lantaran Iran menargetkan pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah. Sejak diserang, Iran juga secara efektif menutup Selat Hormuz dan mengancam akan membakar kapal-kapal yang melintas tanpa izin.

Kini, perang yang memasuki pekan kelima ini juga mulai berdampak pada sektor energi. Masing-masing pihak mulai menargetkan infrastruktur energi dan mengakibatkan harga minyak dunia berulang kali meroket tajam.

Sumber Tasnim mencatat bahwa AS dan Israel mulai khawatir dengan krisis energi yang melanda dunia. Ia meyakini penutupan Selat Bab Al Mandab akan menambah kekhawatiran tersebut.

Bab Al Mandab adalah jalur maritim sepanjang 32 kilometer yang terletak di antara Yaman dan Djibouti. Kawasan ini menghubungkan Samudra Hindia ke Laut Mediterania melalui Terusan Suez.

Sekitar 12 persen perdagangan minyak global melintasi selat ini pada paruh pertama 2023. Pada 2025, rata-rata sekitar 4,2 juta barel minyak dunia melalui selat ini per hari.

Gangguan apa pun di Selat Bab Al Mandab dapat menghentikan perdagangan antara Eropa dan Asia. Kapal harus memutar mengelilingi Afrika jika terjadi disrupsi, sehingga waktu pengiriman bisa molor 10-14 hari.

Per Sabtu (28/3), kelompok milisi Houthi di Yaman mengancam akan menutup Selat Bab Al Mandab sebagai bagian dari strategi perang mereka. Ancaman itu dilontarkan usai Houthi resmi bergabung dengan Iran untuk melawan AS-Israel.

Wakil Menteri Informasi dalam pemerintahan yang dikelola Houthi, Mohammed Mansour, mengatakan kepada Televisi Al Araby bahwa penutupan Selat Bab Al Mandab mungkin saja dilakukan guna menekan AS dan Israel.

(blq/rds/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |