IRGC Ogah Nyerah ke Trump: Operasi Ini Lanjut sampai Musuh Kalah

12 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan keras yang menegaskan bahwa operasi militer mereka terhadap Amerika Serikat dan Israel tidak akan berhenti dalam waktu dekat.

IRGC mengklaim bahwa seluruh target militer kedua negara tersebut di Timur Tengah telah berhasil dihantam oleh "pukulan kuat dari rudal-rudal Iran."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataan resminya pada Sabtu (28/2), seperti diberitakan Al Jazeera, IRGC memberikan ultimatum bahwa serangan ini merupakan bagian dari kampanye militer yang berkelanjutan.

"Operasi ini akan terus berlanjut tanpa henti sampai musuh kalah telak," bunyi pernyataan tersebut.

Pihak IRGC juga memperluas cakupan ancamannya dengan menyatakan bahwa seluruh aset Amerika Serikat yang tersebar di wilayah Timur Tengah kini dianggap sebagai target sah bagi militer Iran.

Hal itu meningkatkan risiko keamanan bagi personel dan pangkalan AS di negara-negara yang tidak terlibat langsung sekalipun.

[Gambas:Video CNN]

Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas operasi Epic Fury yang dilancarkan AS-Israel ke Teheran serta laporan jatuhnya korban sipil, termasuk lima siswi sekolah dasar di Minab akibat serangan udara Israel.

Dengan penegasan IRGC bahwa mereka akan terus menyerang hingga "musuh kalah telak," harapan untuk gencatan senjata dalam waktu dekat tampaknya kian menipis.
'
Kawasan Teluk kini sepenuhnya berubah menjadi medan perang terbuka dengan ledakan serta serangan juga terjadi di Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, dan Bahrain.

Eskalasi militer ini dipicu oleh serangan udara mendadak yang diluncurkan Israel ke ibu kota Teheran pada Sabtu (28/2) dini hari.

Laporan awal menyebutkan rentetan rudal menghancurkan infrastruktur strategis di daerah Jomhouri, yang kemudian dikonfirmasi Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, sebagai "serangan pendahuluan" (preemptive strike).

Langkah drastis itu diklaim Tel Aviv sebagai upaya mutlak untuk melumpuhkan ancaman langsung terhadap kedaulatan Israel sebelum Iran sempat mengambil tindakan militer lebih jauh.

Tak lama berselang, Amerika Serikat secara resmi menyatakan keterlibatannya dalam gempuran tersebut melalui operasi bersandi Epic Fury.

Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa pasukan AS dikerahkan untuk menghancurkan instalasi rudal dan pangkalan angkatan laut Iran.

Dalam pernyataan videonya, Trump menegaskan bahwa operasi ini bertujuan menghentikan ambisi nuklir Teheran setelah perundingan diplomatik di Jenewa berakhir tanpa kesepakatan.

Trump juga memberikan ultimatum kepada Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk segera meletakkan senjata dan menghentikan perlawanan.

Ia menjanjikan pemberian amnesti atau jaminan keselamatan bagi personel militer Iran yang memilih untuk membelot dan menyerah.

Namun, Trump turut memperingatkan dengan nada mengancam bagi mereka yang tetap setia pada rezim akan menghadapi "kematian yang pasti" akibat gempuran dahsyat pasukan Amerika Serikat.

(chri)

Read Entire Article
Bisnis | Football |