Jude Bellingham Sangkal Berkonflik dengan Xabi Alonso di Real Madrid

1 month ago 28

Liputan6.com, Jakarta - Gelandang Jude Bellingham, baru-baru ini melontarkan bantahan keras terkait rumor yang menyebut dirinya terlibat konflik dengan mantan pelatih Los Blancos, Xabi Alonso. Bantahan ini muncul menyusul spekulasi media yang mengaitkan kepergian Alonso dari kursi kepelatihan dengan adanya ketegangan di ruang ganti. Bellingham menegaskan bahwa laporan tersebut tidak berdasar dan hanya 'omong kosong' belaka.

Pemain tim nasional Inggris ini mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemberitaan yang dianggap menyesatkan, yang beredar setelah pemecatan Xabi Alonso pada awal Januari 2026. Alonso meninggalkan posisinya sebagai pelatih Real Madrid setelah kurang dari delapan bulan menjabat, menyusul kekalahan tim dari Barcelona di final Piala Super Spanyol.

Bellingham tidak hanya membantah rumor tersebut, tetapi juga secara terbuka mengkritik media yang menyebarkan informasi keliru. Ia merasa kasihan pada pihak yang mempercayai 'badut-badut' dan 'sumber' yang tidak bertanggung jawab, menekankan perlunya akuntabilitas media dalam menyajikan berita.

Bantahan Tegas dan Kritik Terhadap Media

Jude Bellingham tidak segan-segan menanggapi langsung spekulasi yang beredar, menyebutnya sebagai 'omong kosong' yang telah terlalu sering ia biarkan. "Sampai sekarang saya sudah terlalu sering membiarkan hal-hal seperti ini berlalu, dengan harapan kebenaran akan muncul pada waktunya. Namun, jujur saja… ini omong kosong," ujarnya tegas.

Pemain berusia 22 tahun ini juga menyayangkan pihak-pihak yang mudah termakan rumor tanpa dasar. "Saya sungguh merasa kasihan pada orang-orang yang menggantungkan diri pada setiap kata para badut ini dan 'sumber' mereka," tambahnya.

Bellingham menyerukan agar media lebih bertanggung jawab dalam menyajikan informasi. Ia menekankan bahwa media perlu dimintai pertanggungjawaban karena menyebarkan informasi yang salah dan merusak demi klik dan kontroversi semata.

Konteks Kepergian Xabi Alonso dari Real Madrid

Xabi Alonso meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Real Madrid setelah kurang dari delapan bulan memimpin tim. Keputusan mengejutkan ini diambil menyusul kekalahan Real Madrid dari Barcelona di ajang Piala Super Spanyol.

Meskipun Real Madrid saat itu berada di posisi kedua La Liga, hanya tertinggal empat poin dari Barcelona, dan memiliki catatan kemenangan 70,6% di bawah asuhan Alonso, manajemen klub memutuskan untuk berpisah.

Lanjut baca

Kepergian pelatih di tengah musim ini sontak memicu berbagai spekulasi mengenai penyebab di baliknya, termasuk rumor keretakan hubungan di ruang ganti tim. Alvaro Arbeloa kemudian ditunjuk sebagai pelatih kepala Los Blancos menggantikan Alonso.

Read Entire Article
Bisnis | Football |