KONI Kenang Jasa Wismoyo Arismunandar, Siap Lanjutkan Cita-Citanya

9 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menggelar haul untuk memperingati lima tahun wafatnya Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wismoyo Arismunandar, sosok yang dikenal sebagai salah satu legenda olahraga Indonesia, pada Rabu 20 Mei 2026. Mantan Ketua Umum KONI Pusat periode 1995-1999 dan 1999-2003 itu meninggal dunia pada 28 Januari 2021.

Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya meneladani semangat perjuangan Wismoyo dalam membangun olahraga prestasi Indonesia. Sosoknya dikenal melalui semangat patriotisme yang tertuang dalam Mars Patriot Olahraga, karya yang hingga kini masih menjadi penyemangat insan olahraga Tanah Air.

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengatakan, semangat dan karakter Wismoyo tercermin kuat dalam lirik mars tersebut. Menurutnya, nilai disiplin dan kehormatan selalu menjadi prinsip hidup almarhum.

“Semangat beliau tercermin dalam Mars Patriot Olahraga. Syair ‘Disiplin adalah nafasku’ menjadi cerminan nyata dari karakter dan keteguhan beliau. Beliau juga selalu menegaskan bahwa kehormatan adalah di atas segalanya,” ujar Marciano kepada wartawan.

Marciano menegaskan, seluruh jajaran KONI saat ini terus berupaya melanjutkan cita-cita besar Wismoyo untuk membawa Indonesia semakin disegani lewat prestasi olahraga.

“Kami semua berjuang untuk melanjutkan cita-cita beliau yang belum bisa dicapai pada waktu itu. Oleh karena itu kami mohon izin dan restu Ibu Wismoyo Arismunandar,” katanya.

Jasa Besar Wismoyo pada Olahraga Indonesia

Menurut Marciano, semangat perjuangan Wismoyo juga sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan olahraga sebagai salah satu sarana membangun prestasi bangsa. Ia menilai, prestasi olahraga bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga simbol kehormatan negara di mata dunia.

“Mari jadikan semangat beliau sebagai inspirasi untuk terus berjuang tanpa kenal lelah dan tidak pernah menyerah, demi menjadikan olahraga sebagai pemersatu bangsa dan sumber kebanggaan Indonesia melalui prestasi,” lanjutnya.

Sementara itu, istri almarhum Wismoyo Arismunandar, Siti Hardjanti, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan KONI Pusat kepada suaminya. Ia juga mengenang perjalanan Wismoyo saat diminta memilih antara menjadi duta besar atau memimpin KONI setelah pensiun dari militer.

“Beliau seorang prajurit sejati. Dari kecil memang ingin menjadi prajurit. Waktu itu pemerintah meminta beliau memilih antara menjadi Dubes atau Ketua Umum KONI Pusat,” ungkap Siti Hardjanti. Menurutnya, Wismoyo akhirnya memilih memimpin KONI karena merasa dunia olahraga memiliki semangat perjuangan yang sama dengan militer, yakni mengharumkan nama bangsa. “Beliau memilih menjadi Ketum KONI Pusat karena memimpin atlet hampir sama dengan memimpin prajurit. Cita-citanya sama, berjuang demi nama bangsa,” jelasnya. Siti Hardjanti juga menegaskan bahwa atlet Indonesia harus memiliki mental pantang menyerah dan jiwa korsa yang kuat agar mampu meraih prestasi tertinggi. “Indonesia dapat meraih juara yang diharapkan jika para atlet memiliki semangat seperti prajurit, dengan jiwa korsa yang kuat, selalu bersatu, dan tetap gembira agar dapat mencapai hasil terbaik,” katanya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |