KRL Made in China Bakal Beroperasi April 2025

4 weeks ago 31

Liputan6.com, Jakarta PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter tengah melakukan uji coba internal satu rangkaian kereta rel listrik (KRL) hasil impor dari China. Nantinya kereta baru tersebut akan menggantikan rangkaian yang harus pensiun per April 2025 mendatang.

Manager Public Relation KAI Commuter, Leza Arlan menyampaikan saat ini pihaknya sedang menguji coba satu rangkaian (trainset) KRL dari CRRC Sifang asal China. Satu rangkaian itu terdiri dari 12 kereta atau gerbong.

Adapun pengecekan atau asesmen internal ini jadi tahap awal sebelum dilakukan sertifikasi oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Uji coba dilakukan dengan menjalankan 1 trainset guna mencapai jarak 4.000 kilometer (km).

"Jadi kan sekarang masih assessment internal ya. Semua aspek yang sesuai dengan spek-nya DJKA, sebelum di-assessment sama DJKA nanti untuk sertifikasi itu kan dari kita. Jadi semua itu tuh di-assess sama kita," ungkap Leza, ditemui di Kantor Jakarta Railways Center, Jakarta, ditulis Sabtu (8/3/2025).

Uji Coba Internal

Semua aspek menjadi perhatian dalam uji coba internal ini. Termasuk sejumlah alat yang digunakan pada rangkaian kereta tersebut. Saat ini, uji coba internal sepanjang 4.000 km sudah hampir rampung.

Dia menargetkan setidaknya pada April 2025 mendatang kereta baru dari China itu menggantikan satu rangkaian KRL Jabodetabek yang sudah harus pensiun.

"Targetnya sih April ya, karena memang harus ada yang konservasi (pensiun)," kata Leza.

Adapun, jumlah total yang diimpor oleh KAI Commuter dari CRRC Qingdao Sifang mencapai 11 trainset. Namun, kedatangannya akan dilakukan secara bertahap.

Promosi 1

Datang Sejak Akhir Januari 2025

Diberitakan sebelumnya, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter kedatangan satu rangkaian kereta impor baru dari perusahaan asal China, CCRC Qingdao Sifang pada Jumat, 31 Januari 2025.

Satu trainset impor yang terdiri dari 12 rangkaian kereta ini didatangkan untuk menjawab animo pengguna KRL Commuter Line yang semakin meninggi. Terkini, pada masa Nataru 2024/2025, tercatat angka pengguna Commuter Line mencapai 1.275.209 orang.

"Kedatangan kereta baru ini memang menjadi sesuatu yang telah kami usahakan, agar time delivery sesuai rencana, tepat waktu. Sehingga membantu pelayanan terhadap mobilisasi pengguna KRL Commuter Line yang lebih optimal," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/2/2025).

Joni menyampaikan, kedatangan kereta pertama satu trainset (12 rangkaian kereta) ini telah melewati factory acceptance test atau pengujian di pabrik pembuatan kereta itu sendiri. Setelahnya, barulah pengiriman dilaksanakan.

Hingga kini, KAI Commuter pun terus berkomunikasi dan berkordinasi dengan semua fihak terkait dan sejauh ini semua terpantau berjalan sesuai timeline yang telah direncanakan.

"Sesuai aturan, nantinya kereta yang datang ini pun akan menempuh uji dinamis, guna memastikan segala sesuatunya berfungsi dengan baik," imbuh dia.

Uji Coba

Uji coba dinamis ini merupakan tolak ukur pengoperasian perjalanan kereta yang akan melayani pengguna. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 49 Tahun 2023 tentang Standar, Tata Cara Pengujian, dan Sertifikasi Kelaikan Kereta Api Kecepatan Normal dengan Penggerak Sendiri.

Maka itu, seluruh sarana KRL yang beroperasi harus melalui uji sertifikasi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perkeretapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

"Aturan ini harus dijalankan untuk memastikan kondisi kereta sepenuhnya sesuai dengan standar. Kedatangan kereta ini kami yakini akan sangat membantu KAI Commuter menjawab kebutuhan pengguna transportasi dan akan berdampak pada meningkatnya kapasitas angkut masyarakat," ungkapnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |