LaLiga Tegaskan Perang Melawan Pembajakan Digital di Media Sosial: Ancaman Serius Industri Olahraga

1 month ago 24

Liputan6.com, Jakarta - Presiden LaLiga, Javier Tebas, secara konsisten menunjukkan sikap tegas dalam memerangi pembajakan konten digital, terutama yang marak terjadi melalui media sosial. Tebas menegaskan bahwa praktik ilegal ini bukan sekadar pelanggaran hak cipta biasa, melainkan sebuah aktivitas kriminal terorganisir yang secara sistemik merugikan industri olahraga. Ancaman ini tidak hanya berdampak pada kerugian finansial, tetapi juga mengancam keamanan siber para pengguna serta keberlangsungan ekosistem sepak bola secara keseluruhan.

Pembajakan digital telah menjadi fokus utama LaLiga karena dampaknya yang masif, diperkirakan merugikan liga sekitar €700 juta per musim atau €200 juta dalam setahun. Kerugian ini berimbas pada keberlangsungan klub, ribuan lapangan kerja, dan investasi jangka panjang pada sepak bola akar rumput serta pengembangan pemain muda. Oleh karena itu, LaLiga mengambil berbagai langkah proaktif untuk menanggulangi masalah ini, mulai dari implementasi teknologi canggih hingga kampanye publik dan tindakan hukum.

Sikap tegas LaLiga ini sejalan dengan pandangan para pemimpin industri teknologi global, yang juga menyoroti risiko keamanan siber dari pembajakan digital. Javier Tebas menekankan bahwa teknologi untuk menanggulangi pembajakan sebenarnya sudah tersedia, dan tantangannya bukan pada aspek teknis, melainkan pada kemauan infrastruktur digital untuk mencegah kejahatan.

“Pembajakan juga merupakan masalah keamanan siber (malware, penipuan, dan pencurian kredensial). Teknologinya sudah ada untuk bertindak cepat tanpa mengorbankan kinerja maupun proses hukum. Pertanyaannya, apakah Anda merancang infrastruktur untuk mencegah kejahatan atau justru menutup mata,” ujar Javier Tebas lewat unggahan X.

Pembajakan Digital: Kejahatan Terorganisir dan Ancaman Serius LaLiga

Javier Tebas dengan tegas menyatakan bahwa pembajakan digital bukanlah bentuk kebebasan berekspresi, melainkan kejahatan terorganisir yang merusak fondasi industri olahraga. Ia menyoroti tiga isu krusial dalam pemberantasan pembajakan, yaitu masalah keamanan siber, ketersediaan teknologi penanggulangan, dan persoalan persaingan tidak adil yang jarang dibahas publik. Pembajakan juga dianggap sebagai ancaman keamanan siber serius karena seringkali disertai dengan penyebaran malware, penipuan, hingga pencurian data pengguna.

Kerugian finansial akibat pembajakan digital sangat signifikan, dengan LaLiga diperkirakan kehilangan sekitar €700 juta per musim. Dampak ini meluas pada keberlangsungan klub, ribuan lapangan kerja, serta investasi jangka panjang pada sepak bola akar rumput dan pengembangan pemain muda. Tebas secara terbuka mengkritik platform digital dan CEO-nya, seperti Elon Musk (pemilik X) dan Matthew Prince (CEO Cloudflare), atas kelambanan mereka dalam memerangi penyebaran konten bajakan.

Lanjut baca

Dalam unggahan di platform X, Javier Tebas bahkan menyebut akun @elonmusk sebagai simbol pentingnya keseriusan platform besar dalam memerangi pembajakan di dunia olahraga. Ia menuduh Cloudflare memfasilitasi pembajakan dengan menetapkan alamat IP yang sama untuk situs legal dan ilegal. Hal ini menunjukkan bahwa LaLiga tidak ragu untuk menunjuk langsung pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas penyebaran konten ilegal.

Read Entire Article
Bisnis | Football |