Luciano Moggi Peringatkan Marotta di Tengah Kontroversi Inter vs Juventus

2 weeks ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Luciano Moggi menyoroti situasi panas setelah laga Inter vs Juventus dan mengaitkannya dengan pengalamannya di masa lalu. Ia melihat ada kemiripan dengan kondisi yang pernah membuatnya tersingkir.

Mantan direktur olahraga Juventus itu pernah membangun tim yang dominan di Italia dan Eropa. Kariernya kemudian runtuh akibat skandal Calciopoli pada 2006.

Kasus tersebut membuat Juventus terdegradasi ke Serie B dan mendapat pengurangan poin. Ia juga menerima larangan beraktivitas seumur hidup di sepak bola.

Kontroversi terbaru muncul setelah duel Inter Milan melawan Juventus. Moggi kemudian angkat bicara soal polemik yang berkembang.

Kontroversi Wasit dan Arah Perdebatan

Moggi menilai keputusan wasit adalah bagian dari sepak bola. Namun ia merasa ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk memperbesar kontroversi.

Insiden kartu merah Pierre Kalulu saat duel dengan Alessandro Bastoni memicu perdebatan. Juventus merasa dirugikan dalam momen tersebut.

"Apa yang terjadi kemarin hanyalah percikan, tetapi saya ulangi, masalah dasarnya ada di tempat lain," ujar Moggi kepada jurnalis Mirko Di Natale dari TuttoJuve. "Ada orang orang yang berkepentingan memanaskan adegan kecil seperti ini dan membicarakan kontroversi selama berminggu minggu."

"Tetapi hati hati, ketika percikan itu meledak, akan ada korban dan kita sudah dekat ke titik itu. Mari bicara soal hal lebih serius seperti orang yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup," kata Moggi. "Tak ada yang mau datang ke Italia, salah satunya karena semua kontroversi ini yang hanya merugikan kita."

Peringatan untuk Marotta

Moggi membela presiden Inter Beppe Marotta di tengah situasi ini. Ia menyebut Marotta sebagai salah satu petinggi klub terbaik saat ini.

Menurutnya, kesuksesan sering diikuti kecemburuan dan tekanan. Ia menilai situasi yang dialami Marotta mirip dengan pengalamannya dulu.

"Saat mereka mulai menyebut saya nomor satu, saat itulah mereka mulai merencanakan menyingkirkan saya," tutur Moggi. "Sekarang Beppe Marotta berada di situasi yang sama dan dia yang terbaik di antara semuanya."

"Dia pantas dihormati atas yang dia lakukan di Inter dan yang dia lakukan di Juventus. Jika dia tetap di Turin, tak akan ada utang dan Cristiano Ronaldo masih di rumah," ucap Moggi. "Di sini yang terbaik tidak ditoleransi dan budaya di Italia adalah menjatuhkan yang terlalu sukses."

Sikap Juventus Dinilai Kurang Tepat

Moggi juga menyinggung reaksi petinggi Juventus di pinggir lapangan. Ia menilai protes seharusnya disampaikan di forum yang tepat.

Nama Giorgio Chiellini dan Francois Modesto disebut terkait protes tersebut. Ia memahami emosi mereka dalam situasi itu.

"Mereka benar untuk memprotes, tetapi saya akan melakukannya di forum yang tepat. Di sanalah Anda perlu marah," ujar Moggi.

"Selain itu, kemarin Juventus bermain sangat baik meski kekurangan pemain, bahkan Lautaro Martinez tidak menyentuh satu bola pun," kata Moggi.

Sumber: Juvefc

Persaingan Sengit di Liga Italia

Alessandro Bastoni Dihujat Publik Italia: Diving, Selebrasi, dan Tekanan Dicoret dari Timnas Italia

Read Entire Article
Bisnis | Football |