Manchester United dan Masalah Disiplin Pemain Muda: Andai Masih Dilatih Sir Alex Ferguson!

2 months ago 24

Liputan6.com, Jakarta - Isu disiplin kembali mengemuka di Manchester United seiring komentar tajam pelatih Ruben Amorim terhadap pemain mudanya. Situasi ini memicu perbandingan dengan masa kepemimpinan legendaris Sir Alex Ferguson di Old Trafford.

Mantan winger United, Nani, menyebut masalah seperti yang dihadapi Amorim saat ini nyaris mustahil terjadi di era Ferguson. Menurutnya, standar disiplin kala itu dijaga dengan ketat.

Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan terhadap hubungan Amorim dengan sejumlah pemain muda United, yang dinilai belum menunjukkan sikap sesuai tuntutan klub.

Amorim Soroti Sikap Pemain Muda Manchester United

Menjelang laga tandang Premier League ke markas Aston Villa, Amorim menilai beberapa pemain muda Manchester United menunjukkan sikap merasa layak. Hal itu disebutnya sebagai alasan ia enggan terlalu mengandalkan mereka pada musim 2025/26.

Sebelumnya, Amorim juga mengkritik perkembangan bek Harry Amass, yang kini dipinjamkan ke Sheffield Wednesday, serta penyerang muda Chido Obi. Kritik tersebut dibalas dengan unggahan bernada pembelaan di media sosial.

“Kadang kata-kata keras bukan kata-kata buruk,” ujar Amorim. “Momen sulit bukan hal yang buruk bagi anak-anak. Mereka merasa layak. Anda harus tetap di sana, berjuang, dan mengatasinya. Saya merasakan itu sepanjang waktu."

"Kami tidak tampil seperti seharusnya di lapangan, tetapi di luar lapangan saya tidak mengecewakan klub ini. Para pemain lupa apa artinya bermain untuk Manchester United, dan itu yang saya rasa.”

Pemberontakan Pemain Muda MU

Amorim menegaskan bahwa kritiknya bukan tanpa dasar. Ia menilai respons pemain muda justru memperlihatkan masalah yang sedang ia soroti.

“Anak-anak merasa berhak dan merasa bebas untuk merespons. Kantor saya selalu terbuka dan tidak ada yang datang untuk berbicara dengan saya,” katanya.

“Saya tidak mengatakan hal yang salah. Saya hanya berbicara tentang kurangnya pemahaman bermain untuk Manchester United. Anda pergi dan melihat realitas yang berbeda, dan Anda akan melihat bahwa sepak bola bisa sangat berbeda.”

Di tengah tekanan tersebut, Amorim berusaha menjaga ruang dialog tetap terbuka. Ia menekankan bahwa kritik adalah bagian dari proses pembelajaran di klub sebesar Manchester United.

Kasus Kobbie Mainoo dan Pandangan Nani

Sorotan lain datang saat hasil imbang 4-4 melawan Bournemouth pada 15 Desember. Saudara tiri Kobbie Mainoo, Jordan Mainoo-Hames, terlihat mengenakan kaus bertuliskan “Free Kobbie Mainoo” di Old Trafford, merujuk minimnya menit bermain sang gelandang.

Amorim menegaskan insiden itu tidak memengaruhi keputusannya.“Bukan Kobbie yang memakai kaus itu,” kata Amorim. “Tidak, itu tidak akan memengaruhi pemilihan tim melawan Villa. Dia akan bermain jika kami merasa dia orang yang tepat. Saya tidak akan melakukan sesuatu kepada Kobbie karena anggota keluarganya.”

Kobbie Mainoo belum sekalipun menjadi starter di musim 2025/2026, meski sudah 11 kali tampil sebagai pemain pengganti. Sebelumnya, ia merupakan pemain kepercayaan mantan pelatih Erik ten Hag sejak menembus tim utama pada 2022.

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Bisnis | Football |