Manchester United Diminta Hati-Hati, Masalah Lama Bisa Terulang pada Benjamin Sesko

2 months ago 32

Liputan6.com, Jakarta - Dwight Yorke menyoroti situasi yang tengah dihadapi Manchester United terkait peran penyerang utama mereka musim ini. Mantan striker Setan Merah itu menilai ada risiko kesalahan lama terulang jika klub tidak berhati-hati mengelola Benjamin Sesko.

Manchester United mendatangkan Sesko dengan ekspektasi besar setelah performanya di Bundesliga bersama RB Leipzig. Namun, proses adaptasi sang penyerang muda dinilai belum berjalan mulus sejauh ini.

Selama berseragam Manchester United, Sesko baru mencetak dua gol dari 15 pertandingan di seluruh kompetisi. Penyerang berusia 22 tahun itu juga menyumbang satu assist untuk timnya.

Perbandingan dengan Rasmus Hojlund pun mulai muncul ke permukaan setelah penyerang asal Denmark itu tersisih dan dipinjamkan ke Napoli. Kondisi tersebut menjadi pelajaran penting yang dinilai tidak boleh terulang di Old Trafford.

Manchester United Diminta Belajar dari Kasus Hojlund

Manchester United sempat berharap banyak pada Rasmus Hojlund sebagai ujung tombak masa depan. Namun, minimnya suplai bola dan tekanan hasil membuat perannya perlahan memudar hingga akhirnya dipinjamkan.

Situasi serupa kini dikhawatirkan terjadi pada Benjamin Sesko yang baru didatangkan dengan nilai transfer sekitar 74 juta pounds. Meski menunjukkan potensi, kontribusinya belum sebanding dengan ekspektasi besar klub.

"Pada akhirnya, sebagai penyerang, Anda akan selalu dinilai dari gol," ujar Dwight Yorke kepada Football Italia.

"Anda bisa bekerja sekeras mungkin, dan orang-orang melihat kerja keras Benjamin Sesko.

"Namun, saya masih berpikir Manchester United juga sedang beradaptasi untuk bermain dengannya. Mereka masih mencari pemahaman tentang peran masing-masing," lanjutnya.

Adaptasi Sesko dan Masalah Kreativitas Tim

Benjamin Sesko datang ke Liga Inggris setelah lama bermain di Bundesliga sejak 2023. Perbedaan gaya permainan dan intensitas kompetisi menjadi tantangan tersendiri bagi penyerang berusia 22 tahun itu.

Manchester United juga dinilai belum menemukan pola permainan yang benar-benar mendukung karakter Sesko. Hal tersebut membuat pergerakannya kerap terisolasi di lini depan.

"Secara historis di Manchester United, bola-bola kreatif selalu mengalir untuk penyerang nomor sembilan," ujar Yorke.

"Saya pikir itu adalah area yang bisa mereka tingkatkan untuk membantu Sesko."

"Mereka belum benar-benar menemukan cara bermain yang sesuai dengan kekuatannya. Jika kreativitas tidak hadir, frustrasi akan muncul, dan kita sudah melihat apa yang terjadi pada Rasmus Hojlund," tutur Yorke.

Manchester United Diminta Bermain Sesuai Kekuatan Penyerang

Yorke menilai solusi utama bukan sekadar menuntut gol dari Sesko. Menurutnya, sistem tim harus berkembang agar penyerang muda itu mendapat peluang yang konsisten.

Jika Manchester United gagal beradaptasi, tekanan terhadap Sesko dikhawatirkan semakin besar. Situasi tersebut bisa berdampak pada perkembangan jangka panjangnya di Old Trafford.

"Entah Anda memberi dia kesempatan atau tidak, sebagai penyerang nomor sembilan Anda akan selalu dinilai dari gol. Itu adalah standar yang tidak bisa dihindari," ungkap Yorke.

"Mereka bermain sesuai kekuatannya di klub lain, sementara Manchester United belum melakukan itu dengan Benjamin Sesko. Perbedaan inilah yang sangat menentukan bagi seorang striker," tambahnya.

Sumber: United in Focus

Persaingan Sengit di Liga Inggris

Aga Deta AndityaTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Bisnis | Football |