Comeback Gila! Hanya Inter Milan yang Bisa Balikkan 0-2 Dua Kali Lawan Como

6 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Cristian Chivu memuji mentalitas Inter Milan setelah kembali mencatatkan kemenangan dramatis lawan Como. Ia menilai hanya timnya yang mampu membalikkan keadaan dari ketertinggalan dua gol dalam waktu singkat.

Inter kembali menunjukkan karakter kuat saat menghadapi Como. Mereka bangkit dari ketertinggalan 0-2 menjadi kemenangan 3-2 dalam laga di Giuseppe Meazza, Rabu (22/4/2026) dini hari WIB.

Sebelumnya, skenario serupa juga terjadi di Serie A ketika Inter menang 4-3 atas lawan yang sama. Hal ini menegaskan konsistensi mental bertanding skuad Nerazzurri.

Hasil tersebut menjaga peluang Inter untuk meraih dua gelar sekaligus musim ini. Mereka kini berada di jalur perburuan Liga Italia dan Coppa Italia.

Target Raih Dua Gelar

Chivu menilai skuadnya tampil solid sepanjang musim. Ia menyebut seluruh pemain mampu memberikan kontribusi saat dibutuhkan.

Pemain yang masuk dari bangku cadangan juga dinilai memahami situasi pertandingan. Hal itu menjadi salah satu faktor penting dalam kemenangan dramatis tim.

“Kami memiliki skuad yang tampil sangat baik sejak awal musim, sehingga ketika dipanggil, mereka menunjukkan apa yang bisa mereka lakukan,” ujar Chivu kepada Sport Mediaset.

“Kami mendapatkan tempat ini dengan kerja keras, menempatkan diri pada posisi yang memungkinkan kami untuk bermimpi, untuk mencapai target gelar Serie A dan Coppa Italia,” lanjut Chivu.

Hanya Inter yang Mampu Bangkit

Chivu menyoroti kemampuan timnya dalam membalikkan keadaan saat tertinggal. Ia menilai semangat juang para pemain menjadi kunci utama keberhasilan tersebut.

Inter juga dinilai mampu menembus pertahanan kuat Como. Hal ini menunjukkan kualitas lini serang mereka dalam kondisi tertekan.

“Kami menyadari apa yang dilakukan Como, dan kami berhasil mencetak banyak gol melawan salah satu pertahanan terbaik di Italia. Para pemain ini sangat peduli pada Inter sehingga mereka berjuang keras untuk membalikkan keadaan,” kata Chivu.

“Membalikkan ketertinggalan 0-2 melawan Como dua kali dalam 10 hari, hanya Pazza Inter yang bisa melakukannya,” tegas Chivu.

Jul

ukan 'Pazza Inter' atau 'Inter Gila' menggambarkan karakter Inter di masa lalu yang dikenal dengan permainan tak terduga, penuh pasang surut, dan kerap berujung dramatis. Sebutan ini sempat memudar pada era Antonio Conte dan Simone Inzaghi yang lebih menitikberatkan kestabilan tim.

Chivu juga menyoroti pengorbanan para pemain di tengah keterbatasan kondisi fisik. Ia mencontohkan situasi Denzel Dumfries yang tetap ingin bermain meski mengalami masalah. Hal tersebut menunjukkan komitmen tinggi skuad Inter dalam setiap pertandingan. Semangat kolektif dinilai menjadi kekuatan utama tim. “Denzel memiliki masalah kebugaran, dia mengatakan bisa bermain di menit-menit akhir, tetapi merasakan nyeri pada tendon. Melihat situasi pertandingan, dia mengatakan siap mencoba,” ujar Chivu. “Saya senang melihat para pemain ingin memberikan segalanya untuk klub,” lanjut Chivu.

Read Entire Article
Bisnis | Football |