Meta Dikabarkan Siapkan PHK Besar, Bisa Pangkas hingga 20% Karyawan

6 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan teknologi Meta dikabarkan sedang mempertimbangkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang berpotensi memengaruhi sekitar 20% atau lebih dari total karyawannya. Informasi ini disampaikan oleh tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut kepada Reuters.

Langkah ini disebut terkait upaya perusahaan menekan biaya infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang semakin mahal serta meningkatkan efisiensi kerja dengan bantuan teknologi AI. Namun hingga kini belum ada jadwal pasti maupun jumlah karyawan yang akan terdampak.

Beberapa eksekutif Meta disebut telah memberi sinyal rencana tersebut kepada pimpinan senior perusahaan dan meminta mereka mulai menyiapkan skenario pengurangan tenaga kerja. Para sumber menyampaikan informasi itu secara anonim karena tidak memiliki kewenangan mengungkapkannya ke publik.

“Ini adalah laporan spekulatif mengenai pendekatan teoretis,” kata juru bicara Meta Andy Stone saat menjawab pertanyaan tentang rencana tersebut, dikutip dari CNBC International, Minggu (15/3/2026).

Jika pengurangan karyawan mencapai 20%, langkah itu akan menjadi PHK terbesar Meta sejak restrukturisasi besar pada akhir 2022 hingga awal 2023 yang saat itu disebut sebagai “tahun efisiensi”. Berdasarkan dokumen perusahaan, Meta mempekerjakan hampir 79.000 orang per 31 Desember.

Sudah Pernah Pangkas Karyawan

Sebelumnya, perusahaan juga pernah memangkas sekitar 11.000 karyawan pada November 2022 atau sekitar 13% dari tenaga kerja saat itu. Empat bulan setelahnya, Meta kembali mengumumkan pemangkasan sekitar 10.000 pekerjaan.

Di sisi lain, CEO Mark Zuckerberg dalam setahun terakhir mendorong perusahaan memperkuat persaingan di bidang AI generatif. Meta bahkan menawarkan paket kompensasi sangat besar—sebagian mencapai ratusan juta dolar untuk kontrak empat tahun guna menarik peneliti AI terkemuka ke tim superintelligence baru.

Perusahaan juga berencana menginvestasikan sekitar USD 600 miliar untuk membangun pusat data hingga 2028. Selain itu, Meta mengakuisisi platform jejaring sosial untuk agen AI bernama Moltbook dan dilaporkan menggelontorkan setidaknya USD 2 miliar untuk membeli startup AI asal China, Manus.

Zuckerberg sebelumnya menyebut investasi AI mulai meningkatkan efisiensi kerja. Menurutnya, proyek yang dulu membutuhkan tim besar kini dapat dikerjakan oleh satu orang yang sangat berbakat dengan bantuan teknologi tersebut.

Tren di Sejumlah Perusahaan Teknologi Besar

Langkah Meta ini mencerminkan tren di sejumlah perusahaan teknologi besar di Amerika Serikat yang mulai menyesuaikan jumlah tenaga kerja seiring perkembangan kemampuan AI.

Misalnya, Amazon pada Januari lalu mengonfirmasi rencana memangkas sekitar 16.000 pekerjaan atau hampir 10% dari total karyawannya. Sementara perusahaan fintech Block Inc. juga mengurangi hampir setengah stafnya, dengan CEO Jack Dorsey menyebut kemajuan AI memungkinkan perusahaan bekerja lebih efisien dengan tim yang lebih kecil.

Meski demikian, pengembangan AI Meta juga menghadapi sejumlah tantangan. Model AI perusahaan, Llama 4, sempat menuai kritik karena dinilai menghasilkan tolok ukur yang menyesatkan. Meta bahkan membatalkan peluncuran model terbesarnya, Behemoth, yang sebelumnya dijadwalkan rilis pada musim panas tahun lalu.

Tim superintelligence Meta kini mencoba memperkuat kembali posisi perusahaan dengan mengembangkan model baru bernama Avocado. Namun, performa model tersebut juga dilaporkan belum memenuhi harapan internal perusahaan.

Read Entire Article
Bisnis | Football |