Mimpi Buruk Paul Pogba di AS Monaco

5 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Kembalinya Paul Pogba ke lapangan hijau seharusnya menjadi kisah kebangkitan bagi salah satu gelandang paling berbakat dalam sepak bola modern. Namun, realitas yang dihadapi justru jauh dari ekspektasi tersebut.

Bersama Monaco, musim comeback Pogba di Ligue 1 tidak berjalan mulus. Cedera yang terus berulang membuat kontribusinya sangat terbatas menjelang akhir musim.

Situasi ini memunculkan keraguan besar terhadap masa depan pemain berusia 33 tahun tersebut. Sejumlah pengamat mulai mempertanyakan apakah Pogba masih mampu kembali ke level terbaiknya.

Comeback yang Tersendat Usai Sanksi dan Cedera

Paul Pogba menjalani musim yang sulit sejak kembali dari sanksi doping selama 18 bulan. Ia hanya mencatatkan 57 menit bermain dalam lima penampilan bersama AS Monaco.

Cedera menjadi faktor utama yang menghambat perjalanannya di musim ini. Kondisi tersebut membuat rencana kebangkitan yang diharapkan berubah menjadi periode yang penuh ketidakpastian.

Sebelumnya, Pogba juga mengalami fase sulit setelah meninggalkan Manchester United pada 2022. Perjalanan kariernya dalam beberapa tahun terakhir dinilai tidak berjalan sesuai harapan.

Situasi terkini bahkan memunculkan spekulasi bahwa Pogba bisa kembali mencari klub baru. Masa depannya di Monaco kini berada dalam tanda tanya besar.

Kritik Tajam: Fisik Tak Lagi Mendukung

Pengamat sepak bola Prancis, Tom Williams, memberikan penilaian tajam terhadap kondisi Pogba saat ini. Ia menilai sang gelandang masih memiliki kualitas teknis, namun mengalami penurunan signifikan secara fisik.

"Ya, sayangnya," ujar Williams saat menilai musim comeback Pogba. "Dari apa yang kita lihat, dia masih pemain yang sama. Dia masih bergerak di lapangan dengan cara yang sama. Dia punya otoritas seperti dulu."

"Dia masih memiliki kemampuan teknik yang sama dengan bola. Dia masih bisa mengirim umpan diagonal sejauh 60 yard dengan sangat presisi."

Kendati demikian, ia menyoroti masalah utama yang menjadi penghambat terbesar Pogba.

"Dia hanya tidak bisa menjelajahi lapangan seperti dulu. Sejak awal musim, dia tidak mampu melakukannya lebih dari 20 menit dalam satu waktu. Padahal, dia benar-benar tidak punya hal lain selain fokus untuk memulihkan kebugarannya."

Sulit Melihat Pogba Kembali ke Level Top

"Saya tidak tahu apa solusi jangka panjangnya, jika memang ada. Sulit untuk benar-benar percaya dia bisa kembali secara konsisten. Karena dia sudah punya hampir sembilan bulan untuk mencoba, dan itu tidak berhasil," Williams menambahkan.

Kontribusi terakhir Pogba terjadi saat tampil selama enam menit dalam hasil imbang 2-2 melawan Toulouse. Ia masuk sebagai pemain pengganti saat timnya unggul, namun Monaco gagal mempertahankan keunggulan tersebut.

Meski masih terikat kontrak hingga 2027, peluang Pogba untuk bertahan di klub tampak semakin tidak pasti.

Milan vs Juventus: 90 Menit Sengit Berakhir Tanpa Gol

Read Entire Article
Bisnis | Football |