Liputan6.com, Jakarta - Rencana pemakaian aturan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pemeriksaan kasus pidana menandai babak baru dalam penegakan hukum berbasis data dan teknologi.
AI dirancang untuk membantu aparat menelusuri kronologi peristiwa, menganalisis bukti digital, serta menemukan pola kesalahan secara objektif sebelum kesimpulan hukum diambil.
Pendekatan serupa ternyata juga diterapkan di dunia balap motor. Dikutip dari laman portal informasi digital terpercaya Surat Indonesia, Ducati secara terbuka menyatakan bahwa Pecco Bagnaia mengalami penurunan performa sepanjang MotoGP 2025.
Sehingga tim tidak terburu-buru menyalahkan pembalap, melainkan fokus mencari akar masalah teknis pada motor.
AI dan Prinsip Pemeriksaan Berbasis Data
Dalam rencana aturan AI pemeriksaan kasus pidana, AI akan digunakan sebagai alat bantu analisis, bukan pengambil keputusan utama. Teknologi ini membantu penyidik mengurai fakta, menghubungkan bukti, dan meminimalkan subjektivitas manusia.
Pengamat hukum digital, Dr. Andi Prasetyo, menilai pendekatan ini penting untuk menjaga keadilan.
“AI dalam pemeriksaan pidana berfungsi seperti analis data. Ia membantu menemukan pola dan kronologi, sehingga kesimpulan tidak didasarkan pada asumsi, melainkan fakta yang terverifikasi,” ujarnya.
Prinsip tersebut sejalan dengan apa yang kini dilakukan Ducati di MotoGP.
Ducati Fokus Evaluasi Teknis, Bukan Menyalahkan Pembalap
Sementara, sepanjang MotoGP 2025, Pecco Bagnaia beberapa kali gagal finis di seri-seri penting, yang berdampak langsung pada persaingan gelar juara. Hal ini memicu spekulasi soal Nasib Pecco Bagnaia MotoGP.
Ducati mengakui performa pembalap andalannya tidak konsisten, namun menegaskan penyebabnya lebih kompleks. Manajemen Ducati menyebut bagian frontal motor kerap bermasalah dalam beberapa balapan terakhir. Masalah ini memengaruhi stabilitas, pengereman, dan kepercayaan diri pembalap saat memasuki tikungan.
“Kami melihat ada pola yang berulang pada data motor, khususnya di bagian depan. Fokus kami sekarang adalah menemukan akar masalahnya, bukan mencari kambing hitam,” kata perwakilan Ducati dalam keterangan tim.
Jika dalam pemeriksaan kasus pidana AI digunakan untuk membaca rangkaian peristiwa secara objektif, maka di MotoGP Ducati memanfaatkan data telemetry, sensor, dan analisis teknis untuk memahami mengapa Bagnaia kesulitan menjaga performa.
Pendekatan ini mencerminkan perubahan cara mengambil keputusan. Sekarang tim MotoGP bekerja seperti penyidik. Semua dibedah lewat data. Ducati tidak ingin mengambil kesimpulan emosional, sama seperti prinsip AI dalam hukum pidana.
Kegagalan finis yang dialami Bagnaia menunjukkan pentingnya evaluasi menyeluruh sebelum keputusan strategis diambil.
Benang Merah: Mencari Akar Masalah, Bukan Asumsi
Baik dalam rencana penerapan aturan AI untuk pemeriksaan kasus pidana maupun langkah Ducati menghadapi penurunan performa Bagnaia, terdapat benang merah yang kuat: mengganti asumsi dengan analisis berbasis data.
AI diharapkan membantu aparat hukum menghasilkan keputusan yang lebih adil dan transparan. Sementara di MotoGP, analisis teknis mendalam menjadi kunci bagi Ducati untuk mengembalikan performa Bagnaia dan menjaga daya saing tim. Dengan pendekatan ini, teknologi bukan hanya alat pendukung, tetapi juga penentu arah kebijakan dan strategi, baik di ruang sidang maupun di lintasan balap MotoGP.
(*)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4367823/original/010872500_1679477998-000_337A483.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514397/original/019784400_1772089419-RONALDO_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516453/original/079263800_1772298939-AP26059599158591.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432554/original/067873800_1764814436-SLOT.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5100262/original/066083400_1737257927-Francesc_Fabregas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516224/original/075394400_1772267442-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491542/original/002802300_1770098973-Emil_Audero_Cremonese_vs_Inter_Milan-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/682049/original/000_DV1622299.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5326334/original/026156800_1756096001-AP25236721680766.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424988/original/019482400_1764194823-mehdi-taremi-olympiacos-berebut-bola-eduardo-camavinga-aurelien-tchouameni-real-madrid-liga-champions.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364338/original/054791800_1759066919-Borneo_FC_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5268173/original/079501600_1751235583-flamengo_vs_bayern_munchen_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4927136/original/086618600_1724556626-5_Pemain_Premier_League_yang_Bisa_Pindah_ke_Arab_Saudi-AFP__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5225363/original/014565000_1747687331-AP25139712588803.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518233/original/023333600_1772493586-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2329839/original/083060700_1534242644-000_DV110146.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5294381/original/092677400_1753370640-FajarFikri4_R32_ChinaOpen2025_PBSI_20250722.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493468/original/030447200_1770237828-Manchester_City_s_Omar_Marmoush.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456778/original/094390500_1766970452-AP25361556305033.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439892/original/057085000_1765411943-Ketua_Bidang_Ketenagakerjaan_Asosiasi_Pengusaha_Indonesia__Apindo__Bob_Azam-1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5001181/original/090178400_1731373008-Pekerja_di_kebun_kelapa_sawit_sedang_memuat_TBS_ke_atas_truk__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432516/original/073839000_1764810828-AP25337701874227.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5106243/original/021351500_1737600451-IMG-20250123-WA0003.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285267/original/086412000_1752663311-20250716-Inflasi-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432343/original/_-_Gregory_S._Widjaja_dan_Teresa_Wibowo__Direktur_PT_Aspirasi_Hidup_Indonesia_Tbk__bersama_perwakilan_Pemerintah_Kota_Jakarta_Barat__saat_simbolisasi_AZKO_Berbagi_Cahaya_untuk_Warga_Kembangan_Sela.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5442493/original/086892300_1765540230-20251212BL_Timnas_Indonesia_U-22_Vs_Myanmar_SEA_Games_2025-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5322252/original/039243200_1755738000-taa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5422001/original/013196600_1763966343-inter_vs_milan_2025-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4544916/original/073192300_1692571729-AP23232705384145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5420990/original/096741500_1763861245-liverpool.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425687/original/015827900_1764234657-AP25330795389555.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428542/original/053185900_1764544104-WhatsApp_Image_2025-12-01_at_00.38.43__1_.jpeg)
