Pakai Teknologi RFID, 700 Pintu Tol Bakal Layani Transaksi Tanpa Setop di 2026

7 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui aplikasi Travoy menargetkan bisa melayani transaksi tanpa henti di 700 pintu tol pada 2026 ini.

"Tahun 2026 yang saat ini di Jakarta ada 97 gate nirhenti, di tahun ini akan ditambahkan 700 (pintu tol) nirhenti," ujar Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono di sela gelaran IIMS 2026 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Rivan menjelaskan, sistem pembayaran elektronik tanpa tap ini menggunakan teknologi stiker Radio Frequency Identification (RFID). Saat melewati gerbang khusus berlogo Travoy Go, kendaraan bisa melewatinya tanpa harus berhenti.

"Jadi nanti ada kombinasi yang sebagian besar adalah tanpa harus tap, cukup lewat dengan kecepatan 20 km per jam sudah bisa melakukan pembukaan secara otomatis, dengan menggunakan Travoy Go di dalam aplikasi Travoy ini," urainya.

Selain itu, ia menambahkan, aplikasi Travoy juga bisa melihat kepadatan jalan via ponsel dengan bantuan radar dan 3.500 kamera yang terpasang. Kemudian, aplikasi juga bisa memberikan informasi soal rest area hingga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terdekat.

"Jadi validasinya adalah persis saat dilihat secara live. Dan ini bisa dilihat juga apakah di dalam seluruh ruas ini mengalami kepadatan atau tidak," kata Rivan.

Proyeksi 3,6 Juta Kendaraan di Lebaran 2025

Adapun untuk musim mudik Lebaran Idul Fitri 2026 nanti, Jasa Marga memproyeksikan sebanyak 3,6 juta kendaraan bakal meninggalkan wilayah Jabodetabek via jalan tol.

Arus lalu lintas ini bakal terbagi menuju tiga wilayah, yakni arah timur (via Tol Jakarta-Cikampek menuju Tol Trans Jawa dan Bandung), barat (Merak), dan selatan (Bogor).

"Kami di Lebaran tahun 2026 ini, dari data yang kami miliki, kami akan memperkirakan sesuai dengan waktunya liburan akan mencapai 3,6 juta kendaraan," ujar Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono pada kesempatan sama.

Mayoritas ke Tol Trans Jawa

Rivan menyampaikan, sekitar 50 persen lalu lintas dari total 3,6 juta kendaraan tersebut bakal melaju ke arah timur. Sementara 28 persen lainnya menuju barat, dan 20 persen ke arah selatan.

"Dari 3,6 juta itu, 50 persen adalah ke arah timur dan 28 persen ke arah barat atau ke arah Merak. Sementara 20 persen koma tujuhnya ke arah Ciawi," jelas dia.

Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama bakal memecah gelombang kendaraan menuju timur. Dari pintu tol tersebut, mayoritas akan berkendara menuju Jalan Tol Trans Jawa, sementara lainnya berbelok ke selatan menuju Bandung.

"Tapi yang tidak kalah penting, dari 50 persen ini, 57 persennya menuju Trans Jawa. Ini yang bisa padat. Kemudian 42 persennya menuju ke Bandung," kata Rivan.

Read Entire Article
Bisnis | Football |