Paul Scholes Bongkar Nama yang Tak Terduga: Bukan Veron, Inilah Rekan Terburuknya di Man United

2 months ago 23

Liputan6.com, Jakarta - Paul Scholes adalah salah satu simbol terbesar Manchester United di era modern. Selama dua dekade, ia menjadi denyut permainan Setan Merah dari lini tengah.

Gelandang asal Inggris itu menjalani 20 musim bersama Manchester United. Ia ikut mengantarkan klub meraih 12 gelar Liga Inggris dan dua trofi Liga Champions.

Scholes juga dikenal sebagai komentator setelah kariernya di lapangan hijau berakhir. Komentar-komentarnya kerap menarik perhatian karena kejujuran dan ketajamannya.

Kini Scholes mulai membuka cerita lama dari ruang ganti Old Trafford. Salah satunya adalah soal rekan setim terburuk sepanjang kariernya.

Bukan Veron, Scholes Pilih Mark Bosnich

Nama Juan Sebastian Veron kerap disebut sebagai pembelian terburuk Manchester United. Transfer senilai £28 juta pada 2001 itu memang tak berjalan sesuai harapan.

Namun, Paul Scholes justru membela gelandang asal Argentina tersebut. Menurutnya, Veron adalah pemain berbakat yang kualitasnya tidak perlu diragukan.

Dalam sebuah episode The Overlap, Scholes mengalihkan sorotan ke posisi penjaga gawang. Ia menilai masalah terbesar justru datang dari sektor itu setelah kepergian Peter Schmeichel.

"Veron adalah pemain hebat, pemain berbakat. Saya tidak tahu mengapa kariernya tidak berjalan baik, tetapi ia adalah pesepakbola yang luar biasa. Saya kembali ke posisi penjaga gawang, ketika Anda harus mencoba menggantikan Peter Schmeichel, yang selalu sulit," kenang Scholes, via Goal.

"Kami memiliki beberapa [pengganti]. Saya memikirkan [Massimo] Taibi, Mark Bosnich. Saya merasa ia adalah penjaga gawang yang bagus di [Aston] Villa, Mark. Ia datang kepada kami, ia sangat tidak profesional. Jujur saja, itu konyol. Dalam latihan menembak, biasanya ada sekitar 15, 20 tembakan. Setelah tiga tembakan, ia kelelahan, 'Oh tidak, ganti dengan orang lain'," bebernya.

Kekurangan Fatal Bosnich Menurut Scholes

Ketidakprofesionalan bukan satu-satunya masalah Mark Bosnich di mata Paul Scholes. Ia juga menyoroti kekurangan teknis yang dianggap sangat mendasar untuk seorang kiper.

Scholes mengaku terkejut saat menyadari Bosnich kesulitan melakukan tendangan gawang. Hal itu baru benar-benar terlihat ketika Manchester United menjalani laga tandang.

Menurut Scholes, situasinya terjadi pada awal musim saat menghadapi Everton. Kondisi cuaca sempurna, tetapi bola tak pernah mencapai garis tengah lapangan.

"Saya tidak pernah menyadari, ia tidak bisa menendang bola. Saya belum pernah melihat hal seperti itu. Kami bermain melawan Everton di laga tandang pada pertandingan pertama musim ini, dan tidak ada dari kami yang menyadarinya, ia tidak bisa mencapai garis tengah lapangan," terangnya.

"Tidak ada angin, hari itu sempurna. Tapi kalau dilihat kakinya, ukuran 14, jujur ​​saja, ia terus-menerus menendang lantai, seperti sirip besar. Sejujurnya, itu mengecewakan," sambung Scholes.

(Goal)

Dimas Ardi PrasetyaTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Bisnis | Football |