Peluang Juara Real Madrid Menipis

1 hour ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid menelan kekalahan 1-2 dari Atletico Madrid dalam derby Madrid di Metropolitano. Hasil tersebut bukan sekadar kehilangan tiga poin, tetapi juga memperlihatkan sejumlah persoalan yang dapat memengaruhi perjalanan mereka dalam perburuan gelar La Liga.

Kekalahan itu semakin menyakitkan karena pertandingan berlangsung panas dan diwarnai sejumlah insiden. Kartu merah Dean Huijsen yang berujung penalti Atletico mengubah jalannya laga, sementara Jose Mourinho menilai tuan rumah seharusnya lebih dulu kehilangan dua pemain.

Bagi Real Madrid, kekalahan tersebut juga membuat jarak dengan Barcelona semakin sulit dikejar. Barcelona kini memimpin klasemen dengan keunggulan lima poin dan memiliki awal musim sempurna, sementara Madrid harus menghadapi tekanan lebih besar setelah kehilangan momentum.

Kekalahan Derby Mengubah Peta Persaingan

Mourinho kembali menggunakan pendekatan konfrontatif setelah timnya kalah dalam pertandingan yang penuh kontroversi. Pelatih asal Portugal itu menilai dua pelanggaran pemain Atletico layak berujung kartu merah dan menjadikan keputusan wasit sebagai salah satu persoalan utama pertandingan.

Namun, persoalan Madrid tidak berhenti pada keputusan tersebut. Performa mereka juga memperlihatkan kelemahan yang harus segera diperbaiki jika ingin mengejar Barcelona yang tampil sangat konsisten sejak awal musim.

Sebelum musim dimulai, peluang Madrid untuk menjadi juara berada di angka 31 persen berdasarkan proyeksi Opta. Setelah kekalahan dari Atletico, peluang tersebut menipis, angkanya turun menjadi 16,47 persen.

Barcelona Terlalu Jauh di Depan

Barcelona kini mengoleksi 21 poin dari tujuh pertandingan setelah mengalahkan Sevilla 3-1. Raphinha menjadi bintang kemenangan tersebut dengan mencetak seluruh gol Barcelona, yang mempertahankan rekor sempurna pada awal musim.

Opta memproyeksikan Barcelona mengakhiri musim dengan 87,19 poin dan memberikan peluang 75,02 persen untuk mempertahankan gelar. Proyeksi tersebut menempatkan Madrid di posisi kedua dengan perkiraan 76,49 poin.

Atletico berada di posisi ketiga dengan peluang 5,98 persen, sedangkan Real Betis memiliki 2,09 persen. Angka tersebut menunjukkan betapa kuatnya posisi Barcelona setelah tujuh pertandingan.

Tantangan Madrid Semakin Besar

Barcelona bukan hanya mengumpulkan kemenangan, tetapi juga memperlihatkan produktivitas luar biasa. Mereka telah mencetak 31 gol dalam tujuh pertandingan dan berada di jalur untuk menciptakan salah satu musim paling produktif dalam sejarah La Liga.

Madrid memiliki pengalaman memecahkan rekor tersebut. Tim asuhan Mourinho pada musim 2011-12 mengoleksi 100 poin dan mencetak 121 gol dalam perjalanan meraih gelar.

Kini, Madrid harus mengejar Barcelona yang memiliki target lebih besar dari sekadar mempertahankan posisi di puncak. Dengan performa Barcelona yang terus meningkat, Mourinho menghadapi pekerjaan berat untuk memperbaiki timnya sekaligus menjaga persaingan gelar tetap terbuka.

Jeda internasional memberikan kesempatan bagi Madrid untuk mengevaluasi persoalan yang muncul setelah derby. Jika kelemahan tersebut tidak segera diperbaiki, defisit poin dan performa Barcelona dapat membuat perjalanan menuju gelar semakin sulit.

Sumber: Sports Illustrated

Klasemen

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Highlight Jason Donovan Yusuf Berlaga di Penyisihan 50 Meter Gaya Punggung dan Gaya Bebas Asian Games 2026

Read Entire Article
Bisnis | Football |