Penutupan Pemerintah AS Ganggu Persiapan Keamanan Piala Dunia 2026, Ancaman Teror Mengintai?

2 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Penutupan sebagian operasional pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menimbulkan kekhawatiran serius terhadap persiapan keamanan Piala Dunia 2026. Khususnya, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) mengalami perlambatan signifikan dalam koordinasi dan perencanaan keamanan untuk turnamen akbar tersebut. Situasi ini diperparah dengan penundaan pendanaan serta hilangnya keahlian penting dari personel yang dirumahkan sementara.

Christopher Tomney, Direktur Kantor Kesadaran Situasi Keamanan Dalam Negeri DHS, mengungkapkan dalam sidang Komite Anggaran Senat bahwa penutupan tersebut "secara signifikan berdampak" pada operasi dan menghambat koordinasi dengan pemerintah negara bagian serta otoritas lokal. Penundaan ini terjadi di tengah alokasi dana besar yang telah disiapkan pemerintah federal untuk menjamin keamanan acara berskala global ini. Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi turnamen terbesar dalam sejarah dengan 48 tim peserta, diselenggarakan pada Juni dan Juli di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Kondisi ini menciptakan tantangan besar bagi kota-kota tuan rumah yang harus memastikan keamanan jutaan penggemar sepak bola. Kekhawatiran semakin meningkat mengingat laporan intelijen yang memperingatkan potensi ancaman dari kelompok ekstremis dan kriminal yang menargetkan Piala Dunia.

Penundaan Perencanaan dan Koordinasi Keamanan

Banyak upaya perencanaan yang sedang berlangsung untuk Piala Dunia telah diperlambat dan tertunda akibat terhentinya pendanaan serta perumahan sementara individu. Christopher Tomney dari DHS menyatakan bahwa penutupan pemerintah "secara signifikan berdampak" pada operasi dan menghambat koordinasi dengan pemerintah negara bagian dan otoritas lokal. Penundaan ini menjadi sorotan utama mengingat kompleksitas persiapan keamanan untuk acara sebesar Piala Dunia.

Pemerintah AS tertinggal dalam persiapan turnamen akibat penutupan pemerintah yang sedang berlangsung. Keahlian yang hilang dari personel DHS yang dirumahkan tidak dapat digantikan dalam semalam, yang semakin menghambat persiapan keamanan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mendalam terhadap kemampuan AS untuk sepenuhnya siap menghadapi tantangan keamanan yang mungkin timbul selama turnamen.

Kendala Pendanaan dan Kekhawatiran Kota Tuan Rumah

Pemerintah federal AS telah mengalokasikan dana sebesar $625 juta untuk keamanan dan tambahan $250 juta untuk deteksi serta mitigasi ancaman drone melalui DHS. Meskipun dana tersebut telah dialokasikan, penutupan pemerintah menyebabkan penundaan signifikan dalam penyalurannya kepada kota-kota tuan rumah. Hampir $900 juta yang dialokasikan untuk 11 kota tuan rumah di AS belum dicairkan, memicu peringatan bahwa penundaan dapat memiliki konsekuensi "bencana" jika dana tidak segera tersedia.

Pada April 2026, Christopher Tomney mengonfirmasi bahwa Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) telah menyalurkan seluruh dana sebesar $625 juta yang dialokasikan untuk keamanan, dan sistem FEMA GO telah beroperasi. Namun, penundaan sebelumnya telah menimbulkan kekhawatiran di antara pejabat kota tuan rumah. Beberapa di antaranya bahkan menyatakan bahwa mereka mungkin harus mengurangi acara atau membatalkan pertandingan jika dana tidak segera dicairkan.

Read Entire Article
Bisnis | Football |