PM Jepang Takaichi Tolak Dukung Perempuan Jadi Kaisar

16 hours ago 12

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi menolak mendukung perempuan naik takhta menjadi kaisar Jepang.

Dalam pernyataan kepada parlemen pada Jumat (27/2), Takaichi mengatakan ia menghormati penilaian panel ahli pada 2021 untuk membatasi garis suksesi kekaisaran hanya pada keturunan laki-laki.

"Pemerintah, dan saya sendiri, menghormati penilaian ini," kata Takaichi, seperti dikutip AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Isu suksesi kekaisaran Jepang selama bertahun-tahun menjadi perdebatan hangat. Sejumlah pihak berpandangan garis suksesi harusnya bisa diikuti keturunan perempuan mengingat krisis keturunan laki-laki di dalam keluarga kekaisaran.

Putri Aiko, anak tunggal Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako, mulai didorong untuk bisa naik takhta setelah panel pemerintah pada 2005 merekomendasikan agar suksesi diberikan kepada anak tertua tanpa memandang gender mereka.

Namun, pada 2006, Pangeran Hisahito lahir. Ia anak ketiga dan putra satu-satunya dari Pangeran Akishino dan Putri Kiko, sekaligus keponakan Kaisar Naruhito.

Pada 2021, sebuah panel ahli yang ditunjuk pemerintah menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan untuk mengizinkan kekaisaran "mengadopsi" anggota keluarga laki-laki baru.

Panel juga menyatakan putri-putri kerajaan bisa melanjutkan tugas-tugas publik mereka setelah menikah. Para putri saat ini terpaksa meninggalkan keluarga setelah menikah.

Takaichi sempat mengatakan revisi undang-undang kemungkinan besar diperlukan guna merespons perdebatan ini. Namun, revisi disebut lebih ke arah "mengadopsi", bukan mengizinkan perempuan masuk garis suksesi.

Hukum rumah tangga kekaisaran Jepang saat ini membatasi suksesi hanya pada laki-laki dari garis keturunan laki-laki.

Para tradisionalis berpendapat "garis keturunan kekaisaran yang tak terputus" melalui suksesi laki-laki adalah fondasi Jepang. Perubahan besar atas sukses dinilai bisa memecah belah bangsa.

Secara historis, perempuan yang menikah dengan bangsawan menghadapi tekanan besar untuk melahirkan anak laki-laki demi melanjutkan garis keturunan. Beberapa anggota keluarga kerajaan seringkali jadi sasaran gosip dan media jika tidak bisa melakukannya.

Permaisuri Masako, yang merupakan mantan diplomat ulung, selama bertahun-tahun berjuang melawan penyakit terkait stres. Penyakit itu dideritanya setelah ia bergabung dengan keluarga kekaisaran.

Permaisuri Emerita Michiko, ibunda Kaisar Naruhito, juga menderita penyakit yang disebabkan oleh stres.

(blq/dna)

Read Entire Article
Bisnis | Football |