Profil Timnas Belgia di Piala Dunia 2026: Kesempatan Terakhir Sisa Generasi Emas

9 hours ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Untuk keempat kalinya berturut-turut, Timnas Belgia berhasil mencapai putaran final Piala Dunia. Meskipun masih mengandalkan beberapa pemain dari "generasi emas", Belgia tidak ingin hanya dianggap sebagai tim kuda hitam, melainkan berambisi untuk bersaing menjadi yang terbaik di edisi 2026 mendatang.

Secara historis, tim yang dikenal dengan julukan De Rode Duivels bukanlah tim besar yang diakui dalam sepak bola dunia seperti Brasil, Jerman, Spanyol, atau Argentina. Namun, dalam dua dekade terakhir, mereka telah bertransformasi menjadi salah satu kekuatan elite di kancah sepak bola global.

Puncak dari prestasi mereka terjadi saat Piala Dunia 2018, di mana mereka berhasil meraih posisi ketiga. Ini merupakan pencapaian terbaik bagi Timnas Belgia dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Generasi emas yang dipimpin oleh Kevin De Bruyne, Eden Hazard, Thibaut Courtois, dan Romelu Lukaku menunjukkan performa yang sangat mengesankan dengan berhasil mengalahkan tim-tim besar. Salah satu tim yang mereka singkirkan adalah Timnas Brasil dalam pertandingan perempat final.

Namun, performa mereka mengalami penurunan di edisi berikutnya. Pada Piala Dunia 2022, Belgia harus terhenti di fase grup, menempati posisi ketiga di Grup F setelah kalah dari Maroko dan Kroasia.

Pencapaian ini menjadi indikasi bahwa era emas Timnas Belgia yang dipimpin oleh Eden Hazard mulai memudar. Kini, menjelang Piala Dunia 2026, Timnas Belgia datang dengan misi untuk menutup era tersebut dengan cara yang lebih terhormat.

Jalan Belgia Menuju Piala Dunia 2026

Tim nasional Belgia berada di Grup J dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Dalam grup ini, mereka bersaing dengan Wales, Makedonia Utara, Kazakhstan, dan Liechtenstein. Meskipun tergabung dalam grup yang relatif lebih ringan, Belgia memulai kualifikasi dengan hasil yang kurang memuaskan.

De Rode Duivels harus puas bermain imbang 1-1 ketika bertandang ke markas Makedonia Utara, Tose Proeski Arena, Skopje. Hasil imbang di laga pembuka Grup J itu semakin memotivasi Timnas Belgia untuk meningkatkan performa mereka.

Setelah hasil yang kurang memuaskan tersebut, Belgia berhasil meraih tiga kemenangan berturut-turut. Mereka mengalahkan Wales dengan skor 4-3, kemudian mencatatkan kemenangan telak 6-0 atas Liechtenstein, dan mengulangi performa serupa dengan mengalahkan Kazakhstan dengan skor yang sama. Sayangnya, tren positif ini terhenti ketika mereka menjamu Makedonia Utara di Planet Group Arena, Ghent, di mana mereka hanya mampu bermain imbang tanpa gol.

Pada pertandingan keenam, Belgia berhasil mengalahkan Wales dengan skor 4-2, namun kemudian kembali bermain imbang 1-1 melawan Kazakhstan, sebelum menutup fase grup dengan kemenangan telak 7-0 atas Liechtenstein. Dengan hasil tersebut, Belgia berhasil mengumpulkan lima kemenangan, tiga hasil imbang, dan tidak mengalami kekalahan dalam delapan pertandingan di Grup J. Mereka pun kukuh di posisi teratas dengan total 18 poin, unggul dua angka dari Wales yang berada di posisi kedua. Posisi ini memastikan Belgia berhak melaju ke putaran final Piala Dunia 2026, menandai keikutsertaan mereka yang ke-15 dalam turnamen bergengsi ini.

Read Entire Article
Bisnis | Football |