Profil Timnas Tunisia di Piala Dunia 2026: Harapan Lolos ke Babak Gugur

8 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Tunisia, yang dikenal sebagai Eagles of Carthage, kembali memastikan keikutsertaan mereka di Piala Dunia 2026. Ini menjadi penampilan ketujuh sepanjang sejarah serta yang ketiga secara beruntun di turnamen paling bergengsi tersebut.

Keberhasilan ini semakin menegaskan posisi Tunisia sebagai salah satu tim paling konsisten di Afrika. Dalam era modern, mereka telah tampil di lima dari tujuh edisi Piala Dunia abad ke-21. Meski belum pernah melewati fase grup, pengalaman yang terus bertambah memberi harapan baru untuk menciptakan sejarah.

Momentum akan menjadi kunci saat Tunisia berlaga di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Terlebih, mereka mencatat prestasi luar biasa pada kualifikasi 2026 dengan menjadi tim pertama yang lolos tanpa kebobolan satu gol pun.

Dalam sejarah Piala Dunia, Wahbi Khazri tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Tunisia dengan tiga gol, sementara Riadh Bouazizi dan Kaies Ghodhbane memegang rekor penampilan terbanyak dengan masing-masing delapan laga.

Perjalanan Tunisia Menuju Piala Dunia 2026

Tunisia tampil dominan sejak awal babak kualifikasi. Di bawah arahan Faouzi Benzarti, mereka meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang.

Performa tim semakin meningkat setelah Sami Trabelsi kembali menangani skuad. Tunisia mencatat enam kemenangan beruntun dan mengumpulkan 28 dari 30 poin yang tersedia, sekaligus memuncaki grup kualifikasi CAF dengan nyaman.

Hal paling mencolok adalah solidnya lini pertahanan. Dalam 10 pertandingan, mereka tidak kebobolan satu gol pun—sebuah pencapaian langka yang mencerminkan disiplin dan organisasi permainan yang kuat.

Tiket ke Piala Dunia 2026 dipastikan pada jeda internasional September, lewat gol dramatis Mohamed Ali Ben Romdhane di menit akhir saat menghadapi Guinea Khatulistiwa.

Pelatih Timnas Tunisia: Sabri Lamouchi

Sabri Lamouchi akan memimpin Tunisia di Piala Dunia 2026 setelah ditunjuk pada 14 Januari 2026. Ia menggantikan Sami Trabelsi yang mundur usai kegagalan di Piala Afrika 2025.

Pelatih berusia 54 tahun ini memiliki pengalaman internasional, termasuk saat menangani Pantai Gading di Piala Dunia 2014. Selain itu, ia juga pernah melatih sejumlah klub seperti Stade Rennais, Nottingham Forest, Cardiff City, dan Al-Riyadh.

Dengan latar belakang Prancis-Tunisia, Lamouchi diharapkan mampu membawa pendekatan taktik yang seimbang sekaligus memaksimalkan potensi skuad.

Read Entire Article
Bisnis | Football |