PSSI Kutuk Aksi Kekerasan di EPA U-20, Minta Komdis Jatuhi Hukuman Terberat

1 week ago 23

Liputan6.com, Jakarta - Aksi kekerasan dan tendangan kungfu yang terjadi di Elite Pro Academy (EPA) U-20 2025/2026 saat ini tengah menjadi sorotan publik. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mendesak agar para pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya.

Insiden tersebut terjadi pada laga antara Bhayangkara FC U-20 vs Dewa United Banten U-20 pada laga pekan ke-20 EPA 2025/2026. Duel tersebut digelar di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026).

Laga yang berakhir dengan skor 2-1 untuk Dewa United Banten U-20 itu berakhir dengan polemik yang berujung pada melayangnya tendangan kungfu dari pemain Bhayangkara FC U-20 terhadap pemain Dewa United Banten U-20.

Salah satu terduga yang melakukan tendangan kungfu ialah penggawa Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga. PSSI mengaku sudah menerima laporan tentang kejadian tersebut dan langsung menyampaikannya kepada Komite Disiplin agar segera diambil tindakan.

"PSSI sudah menerima laporan tentang kejadian antara pertandingan Dewa United dan Bhayangkara di Elite Pro Academy. Dan Ketua Umum (PSSI) sangat mengutuk keras atas kejadian ini," ucap Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, Senin (20/4/2026).

"PSSI segera menyampaikan hal ini kepada Komite Disiplin untuk diambil tindakan seberat-beratnya, dan diminta ini menjadi prioritas sidang Komdis untuk segera dilaksanakan dan diputuskan," tegasnya.

Akan Tindak Semua yang Terlibat

Yunus Nusi menyayangkan terjadinya insiden tersebut dan mengutuk keras atas hal-hal yang terjadi seusai pertandingan tersebut. Dia mengatakan bahwa PSSI dan Komdis akan mengambil tindakan tegas terhadap semua yang terlibat.

"PSSI sangat prihatin dan menyayangkan kejadian ini. Dan tentu siapapun yang terlibat dalam kasus ini, PSSI dan Komite Disiplin akan mengambil tindakan," kata Yunus.

"Sekali lagi, kita prihatin dengan kejadian hal ini. Masih ada peristiwa-peristiwa seperti ini yang terjadi di pemain," tambahnya.

Soroti Kelalaian Perangkat Pertandingan

Menurut Yunus, kejadian tersebut terjadi juga karena adanya kelalaian dari perangkat pertandingan yang memimpin jalannya laga. Dia mengatakan bahwa hal tersebut juga akan menjadi perhatian PSSI dan Komite Wasit.

"Kami juga melihat ada kelalaian (dari) perangkat pertandingan. Ini juga akan menjadi atensi PSSI kepada Komite Wasit, Saudara Ogawa, untuk melakukan evaluasi dan memberikan edukasi, sanksi kepada perangkat pertandingan bila ternyata terbukti lalai," ucap Yunus.

Pesan untuk Pemain

Yunus Nusi berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi dan ke depannya para pemain bisa lebih profesional. Pasalnya, insiden-insiden seperti itu hanya akan merugikan pemain, klub, dan juga sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

"Kami sangat berharap dan kami mohon kepada pemain apapun yang terjadi di lapangan, tetap selalu bersikap jangan emosional, sabar," tegas Yunus.

"Dan tentu ini juga akan merugikan pemain itu sendiri termasuk merugikan klub," tutupnya.

Hasil Dewa United vs Persib Bandung: Pangeran Biru Comeback Fantastis demi Petik Poin

Read Entire Article
Bisnis | Football |