Rahasia Michael Carrick dan 'Mental Baja' yang Bangkitkan Manchester United

2 weeks ago 19

Liputan6.com, Jakarta - Kebangkitan Manchester United dalam beberapa pekan terakhir tidak lepas dari tangan dingin sang legenda klub, Michael Carrick.

Namun, Joe Cole menilai ada satu karakter penting dari Carrick yang belum banyak disadari oleh publik, yaitu mental baja.

Carrick yang kini berusia 44 tahun kembali ke Old Trafford bulan lalu untuk menjabat sebagai pelatih interim hingga akhir musim.

Penunjukan tersebut dilakukan oleh manajemen Ineos setelah klub resmi berpisah dengan Ruben Amorim.

Semenjak kedatangannya, perubahan drastis langsung terlihat pada performa tim Setan Merah di lapangan.

Start Menggebrak Carrick di Man United

Di bawah komando Carrick, United berhasil mencatatkan empat kemenangan dan satu hasil imbang di kompetisi Liga Inggris.

Momentum positif ini dimulai dengan kemenangan besar atas rival sekota, Manchester City, serta hasil impresif melawan Arsenal pada Januari.

Memasuki bulan ini, United terus meraih poin penuh saat berhadapan dengan Fulham dan juga Tottenham Hotspur.

Terbaru, gol penyeimbang di menit akhir saat melawan West Ham memastikan Carrick belum tersentuh kekalahan selama masa jabatannya.

Rentetan hasil positif tersebut membawa United kembali bersaing ketat dalam perebutan posisi empat besar klasemen Premier League.

Pencapaian ini tergolong luar biasa mengingat skenario tersebut sempat terasa sulit dibayangkan beberapa pekan sebelumnya.

Carrick Punya Mental Baja

Joe Cole yang pernah bermain bersama Carrick di akademi West Ham dan Timnas Inggris mengungkap sisi unik rekannya tersebut.

Melalui podcast Could It Be Magic?, Cole menjelaskan bahwa banyak orang salah menilai karakter asli Carrick.

Menurut Cole, orang sering menganggap Carrick sebagai sosok yang sangat pendiam serta kalem dalam kesehariannya.

Namun, di balik sikap tenangnya tersebut, tersimpan ketegasan luar biasa dan karakter personal yang sangat kuat.

Cole menyebut bahwa Michael memiliki ketangguhan mental yang tidak ditunjukkan dengan cara berteriak-teriak kepada pemain.

Ia menjelaskan bahwa Carrick memang tidak banyak bicara, namun setiap ucapannya selalu terukur dan memiliki makna mendalam.

Cole juga mengaku sempat terkejut dengan dampak instan yang dihadirkan Carrick, terutama saat memenangi Derby Manchester.

Ia merasa sangat senang atas pencapaian tersebut, meski jujur mengakui tidak menyangka perubahan akan datang secepat itu.

Kepemimpinan Carrick Tanpa Drama

Berbeda dengan banyak pelatih yang sering meledak-ledak di pinggir lapangan, Carrick memimpin dengan pendekatan yang sangat tenang.

Ia lebih mengandalkan pola komunikasi yang lugas, pemahaman taktik mendalam, serta wibawa alaminya sebagai mantan gelandang top.

Karakter tersebut dinilai Cole menjadi fondasi krusial dalam membangun kembali rasa percaya diri di dalam skuad United.

Di lingkungan ruang ganti, Carrick bukanlah sosok yang haus sorotan, melainkan figur yang sangat dihormati oleh para pemain.

Carrick masih memiliki sisa 12 pertandingan di Liga Inggris untuk membuktikan kapasitasnya sebelum penunjukan pelatih permanen.

Pihak Ineos dikabarkan tetap mencari sosok pelatih jangka panjang, namun performa Carrick kini menjadi bahan pertimbangan serius.

Read Entire Article
Bisnis | Football |