Real Madrid Ingin Lepas Bek Rawan Cedera, tapi Ada Penghambatnya

2 months ago 33

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid mulai menyusun rencana jangka panjang tanpa banyak manuver pada bursa transfer Januari. Klub ini tetap aktif di balik layar untuk mempersiapkan perubahan besar pada musim panas 2026.

Real Madrid melihat kebutuhan regenerasi skuad sebagai agenda utama, terutama di sektor pertahanan. Beberapa nama berpotensi keluar demi memberi ruang bagi proyek baru yang lebih segar.

Real Madrid juga mempertimbangkan pengorbanan pemain lama demi keseimbangan tim. Langkah tersebut membuka diskusi luas terkait masa depan beberapa pemain senior.

Keputusan itu tidak berdiri sendiri karena manajemen ingin menjaga stabilitas finansial dan teknis. Perombakan dilakukan selektif agar tidak mengganggu fondasi tim juara.

Keinginan Real Madrid Melepas Ferland Mendy

Salah satu nama yang masuk daftar keluar adalah Ferland Mendy. Bek kiri asal Prancis itu dinilai tidak lagi masuk rencana jangka panjang klub.

Pada usia 30 tahun, masa baktinya di Santiago Bernabeu dinilai mendekati akhir. Dewan klub ingin menghadirkan darah baru di sisi kiri pertahanan.

Secara kualitas bertahan, Mendy masih memberikan kontribusi solid. Akan tetapi, masalah kebugaran yang berulang membuat kontinuitas performanya sulit terjaga.

Kondisi tersebut menjadikannya kandidat realistis untuk dilepas pada musim panas mendatang. Klub berharap transfer itu dapat memberi ruang bagi pemain yang lebih bugar dan konsisten.

Rencana tersebut sejalan dengan visi regenerasi yang sedang disusun. Manajemen ingin memastikan sektor belakang tetap kompetitif dalam jangka panjang.

Kontrak Mendy Jadi Penghambat Utama Real Madrid

Masalah muncul karena status kontrak Mendy yang justru diperpanjang. Perpanjangan itu dilakukan secara senyap tanpa pengumuman resmi dari klub.

Kontrak baru tersebut mengikatnya hingga 2027 atau bahkan 2028. Situasi ini memperkecil peluang klub mendapatkan nilai transfer ideal.

Jika kontraknya berakhir pada 2027, musim panas depan menjadi titik krusial. Namun, posisi tawar klub tetap lemah karena durasi kontrak masih panjang.

Dari sisi pemain, tidak ada indikasi keinginan untuk hengkang. Ia merasa aman dengan kontrak baru dan nyaman menjalani karier di Madrid.

Kondisi itu membuat proses penjualan semakin rumit, tetapi bukan mustahil. Klub harus menemukan peminat yang siap menanggung risiko kebugaran.

Pilihan lain adalah mempertahankannya sebagai opsi rotasi. Akan tetapi, langkah itu bertentangan dengan visi jangka panjang yang telah disusun.

Manajemen kini dihadapkan pada keputusan strategis. Menjual atau mempertahankan Mendy akan berdampak langsung pada struktur skuad.

Dengan pemain yang masih terikat kontrak panjang dan enggan pindah, tugas klub menjadi lebih berat. Situasi ini memperlihatkan tantangan nyata dalam upaya meremajakan lini belakang.

Sumber: The Athletic, Madrid Universal

Gia Yuda PradanaTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Bisnis | Football |