Real Madrid Kecewa dengan Sikap Pasif Arbeloa saat Valverde dan Tchouameni Bentrok

2 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid kembali menghadapi masalah internal jelang laga penting El Clasico akhir pekan ini. Ketegangan di ruang ganti meningkat setelah Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni terlibat bentrokan fisik dalam sesi latihan terbaru.

Insiden itu terjadi setelah keduanya lebih dulu beradu argumen pada Rabu lalu. Situasi kemudian memburuk ketika Valverde terus melontarkan tudingan kepada Tchouameni sepanjang latihan berlangsung.

Real Madrid kini dikabarkan tidak puas terhadap tindakan pelatih Alvaro Arbeloa. Manajemen klub menilai Arbeloa gagal mengendalikan suasana tim ketika konflik mulai memanas di lapangan latihan.

Bentrokan Bermula dari Tuduhan Kebocoran Informasi

Federico Valverde diyakini marah karena detail perselisihan sebelumnya bocor ke media. Gelandang asal Uruguay itu menuding Tchouameni sebagai pihak yang menyebarkan informasi internal ruang ganti.

Ketegangan berlangsung sepanjang sesi latihan dan menciptakan suasana tidak nyaman bagi pemain lain. Para pemain sebenarnya tengah fokus mempersiapkan diri menghadapi El Clasico yang berlangsung pada Minggu nanti.

Valverde juga terus melancarkan tekanan verbal kepada Tchouameni dalam beberapa latihan taktis. Situasi akhirnya berubah menjadi bentrokan fisik di ruang ganti setelah sesi latihan selesai.

Akibat insiden tersebut, Valverde mengalami luka di wajah dan harus mendapatkan jahitan. Arbeloa kemudian mendampingi pemain berusia 27 tahun itu menuju rumah sakit.

Real Madrid Nilai Arbeloa Terlalu Pasif

Menurut laporan AS, Real Madrid kecewa karena Arbeloa tidak mengambil tindakan tegas sejak awal. Pelatih muda asal Spanyol itu dinilai membiarkan konflik berkembang terlalu jauh tanpa mediasi.

Arbeloa tidak memberikan peringatan ataupun mencoba memisahkan kedua pemain ketika suasana mulai memanas, padahal beberapa tekel keras Valverde kepada Tchouameni sudah memunculkan tanda bahaya selama latihan berlangsung.

Manajemen Real Madrid menilai seorang pelatih wajib menguasai ruang ganti dalam situasi krisis seperti ini, apalagi konflik terjadi hanya beberapa hari sebelum pertandingan besar melawan Barcelona.

Nama Xabi Alonso juga ikut masuk dalam evaluasi internal klub. Petinggi Real Madrid merasa struktur kepelatihan gagal menjaga stabilitas tim pada momen krusial musim ini.

Florentino Perez Turun Tangan

Presiden klub Florentino Perez bahkan dikabarkan ikut campur untuk meredakan konflik tersebut. Langkah itu memperlihatkan besarnya perhatian Real Madrid terhadap kondisi ruang ganti saat ini.

Tekanan terhadap Arbeloa kini semakin besar menjelang akhir musim. Masa depannya sebagai pelatih juga mulai dipenuhi tanda tanya setelah hasil tim dianggap tidak sesuai harapan.

Real Madrid tetap berharap konflik antara Valverde dan Tchouameni segera mereda. Klub tidak ingin masalah internal mengganggu peluang mereka meraih hasil positif di El Clasico.

Sumber: Madrid Universal

Jose Mourinho Siap Kembali ke Santiago Bernabeu di Tengah Krisis Real Madrid

Read Entire Article
Bisnis | Football |