Real Madrid Minta Catatan Keuangan Barcelona 2010–2018, Kasus Negreira Memanas

2 months ago 26

Liputan6.com, Jakarta - Konflik klasik antara Real Madrid dan Barcelona kembali memanas. Kali ini, tensinya meningkat ke level institusional setelah kubu Madrid secara resmi meminta akses ke dokumen keuangan internal Barcelona.

Permintaan itu berkaitan langsung dengan Kasus Negreira, skandal yang masih bergulir dan terus mengusik integritas sepak bola Spanyol. Presiden Real Madrid, Florentino Perez, bahkan menyebutnya sebagai skandal terbesar dalam sejarah sepak bola.

Dari podium pidato Natal klub, Perez melontarkan kritik tajam kepada otoritas sepak bola Spanyol. Barcelona pun tak tinggal diam, dengan Joan Laporta membalas serangan tersebut secara terbuka.

Serangan Terbuka Florentino Perez Soal Kasus Negreira

Dalam pidato Natal tahunan klub, Florentino Perez menyampaikan kekhawatiran utama Real Madrid terhadap situasi perwasitan di Spanyol. Ia menilai Kasus Negreira sebagai persoalan serius yang menuntut keadilan.

Perez menegaskan bahwa Real Madrid tidak berniat membiarkan kasus ini dilupakan, meski proses hukum berjalan lambat dan ada tekanan agar klub-klub bergerak maju. Bagi Madrid, isu ini menyangkut integritas kompetisi.

Ia juga mengkritik keras federasi dan operator liga yang dinilainya gagal melindungi kemurnian sepak bola. Menurut Perez, dampak sistemik dari kasus ini bisa merugikan banyak klub selama hampir dua dekade.

“Natal adalah waktu untuk refleksi. Klub ini membangun sejarah dan legendanya sendiri. Kami adalah klub dengan pendapatan tertinggi di dunia menurut Deloitte dan yang paling bernilai menurut Forbes. Ini membawa kami ke salah satu periode paling sukses dalam 15 tahun terakhir, baik di sepak bola maupun basket.”

“Namun Natal juga saat untuk merenung. Dan kekhawatiran terbesar Madrid adalah situasi perwasitan. Seperti yang Anda ketahui, situasi yang sangat serius terkait Kasus Negreira selama hampir dua dekade ini menuntut adanya keadilan.”

“Sangat tidak bisa dipahami bahwa institusi-institusi justru membiarkan Madrid sendirian dalam perjuangan ini. Bagaimana mungkin presiden wasit meminta kami melupakannya?"

"Bagaimana kami bisa melupakan skandal terbesar dalam sejarah sepak bola? RFEF dan La Liga punya kewajiban menjaga integritas.”

Inti Kasus Negreira yang Terus Membayangi

Kasus Negreira berpusat pada pembayaran lebih dari 7 juta euro yang dilakukan Barcelona kepada Jose Maria Enriquez Negreira.

Halaman berikutnya

Negreira merupakan mantan wakil presiden Komite Teknis Wasit Spanyol atau CTA. Pembayaran tersebut berlangsung dalam rentang panjang, dari 2001 hingga 2018. Bagi hierarki Real Madrid, kasus ini adalah luka terbuka yang belum sembuh. Selama belum ada kejelasan hukum, Madrid menilai isu ini tak bisa dianggap selesai begitu saja.

Read Entire Article
Bisnis | Football |