Remaja yang Ditangkap di Singapura Berencana Aksi Teror di 5 Masjid

21 hours ago 5

CNN Indonesia

Kamis, 03 Apr 2025 12:30 WIB

Satu dari dua remaja yang ditangkap di Singapura berencana aksi teror di lima masjid setelah menganut paham radikal. Satu dari dua remaja yang ditangkap di Singapura berencana aksi teror di lima masjid setelah menganut paham radikal. (iStockphoto/LukaTDB)

Jakarta, CNN Indonesia --

Satu dari dua remaja yang ditangkap di Singapura berencana aksi teror di lima masjid setelah menganut paham radikal. Rencana itu muncul karena terinspirasi penembakan masjid di Selandia Baru pada 2019.

Remaja laki-laki itu bahkan berniat aksinya bisa menelan korban dua kali lipat lebih banyak daripada teror enam tahun lalu yang menewaskan 51 orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

The Strait Times pada Kamis (3/4) memberitakan remaja tersebut berniat membunuh sedikitnya 100 orang setelah mereka salat Jumat.

Rencana itu dilanjutkan dengan misi bunuh diri sebagai penutup aksi terornya. Untuk menjalani rencana itu, ia pun sudah mengidentifikasi lima masjid di Jurong West, Clementi, Margaret Drive, Admiralty Road, dan Beach Road.

Rencana tersebut kemudian berhasil digagalkan Departemen Keamanan Dalam Negeri (ISD) dan remaja itu ditahan pada Maret 2025 berdasarkan Undang-undang Keamanan Dalam Negeri (ISA).

Dua remaja ditangkap

Pada Rabu (2/4), ISD mengumumkan remaja laki-laki berusia 17 tahun itu adalah satu dari dua remaja yang ditangkap pihak berwenang akibat radikalisasi. Keduanya tidak saling mengenal, tapi ditangkap atas dugaan terkena radikalisasi. 

Satu remaja lainnya yang ditangkap adalah perempuan berusia 15 tahun. Ia ditangkap pada Februari 2025 setelah menikah dengan pejuang ISIS di Suriah.

Lewat media sosialnya, ia kerap mengunggah propaganda serta menjalin hubungan dengan para pendukung ISIS, termasuk yang diduga berbasis di Suriah.

Ia untuk pertama kali menemukan propaganda secara online pada Juni 2023. Dalam beberapa minggu, ia menjadi yakin bahwa kelompok itu adalah tentara agama sah yang membela umat Islam di Irak dan Suria.

Kemudian, ia mengucapkan ikrar kepada ISIS pada Juli 2023 lalu, bersumpah kepada mantan khalifah Abu Bakr al-Baghdadi.

Sedangkan, remaja laki-laki itu teridentifikasi berkomunikasi dengan Nick Lee yang ditahan pada Desember 2024 terkait tuduhan anggota paham ekstremis sayap kanan.

Departemen Keamanan Dalam Negeri Singapura mengidentifikasi ia menganut paham 'Supremasi Asia Timur' dan berencana 'menyerang' sejumlah masjid di Singapura. Ia pun ditangkap di Masjid Maarof.

Ia menganut paham radikal itu sejak 2022, ketika ia mulai berkenalan dengan materi-materi Islamofobia dan ekstremis sayap kanan secara daring.

(frl/chri)

Read Entire Article
Bisnis | Football |