RI Desak PBB Aktifkan Rencana Evakuasi Pasukan UNIFIL usai 3 TNI Tewas

16 hours ago 14

Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia mendesak PBB untuk mengaktifkan rencana darurat dan evakuasi demi melindungi Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon (UNIFIL), usai tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi itu tewas.

Wakil Tetap RI untuk PBB di New York Umar Hadi menyampaikan pernyataan tersebut dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB pada Selasa (31/3).

Di tengah meningkatnya permusuhan, Umar menegaskan Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal harus segera menerapkan langkah-langkah darurat untuk memastikan perlindungan penuh bagi personel dan aset UNIFIL.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini termasuk peninjauan protokol pengaturan keamanan, dan pengaktifan rencana darurat dan evakuasi yang sesuai dengan perkembangan di lapangan," kata dia.

PBB dan komunitas internasional, lanjut Umar, harus memanfaatkan semua cara politik serta diplomatik untuk meredakan situasi.

Dia mengatakan PBB juga harus menegaskan kembali prinsip-prinsip dasar yang menjamin keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB.

Bagi Umar, penting untuk Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional mengambil tindakan segera dan tegas guna melindungi mereka yang melindungi perdamaian.

Lebih lanjut, Umar mengatakan Indonesia terus berkomitmen dan berkontribusi terhadap pasukan penjaga perdamaian. Sekarang, pemerintah Indonesia menuntut Dewan Keamanan untuk bertindak dan memberikan hasil signifikan, salah satunya mengecam serangan ke UNIFIL.

"Hari ini, Dewan Keamanan harus bersuara dengan jelas, kuat, dan bersatu untuk mengutuk serangan terhadap personel penjaga perdamaian," kata Umar.

Dewan Keamanan PBB, menurut dia, juga harus menegaskan kembali kewajiban semua pihak untuk memastikan dan menjamin keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian.

Tak cuma itu, DK PBB, kata Umar, harus mengambil tindakan tegas untuk mencegah permusuhan dan serangan di masa depan terhadap pasukan penjaga perdamaian.

Rapat darurat DK PBB ini berlangsung usai tiga anggota TNI yang bertugas di UNIFIL tewas gegara serangan Israel.

Dua anggota TNI yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan tewas imbas ledakan di dekat Bani Hayyan pada Senin (31/3).

Di hari sebelumnya yakni pada 30 Maret, satu anggota TNI Farizal Rhomadhon tewas gegara ledakan proyektil di sekitar Adchit Al Qusayr.

Sejak awal Maret, Israel menggempur habis-habisan Lebanon terutama Lebanon selatan dengan dalih menargetkan aset milisi Hizbullah. Hizbullah tak tinggal diam. Mereka turut meluncurkan serangan ke Israel.

Saling serang ini berlangsung saat Israel dan sekutunya Amerika Serikat menggempur habis-habisan Iran sejak 28 Februari.

(isa/dna/bac)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Bisnis | Football |