Serangan Israel ke Klinik di Lebanon Tewaskan 12 Tenaga Medis

10 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Serangan Israel ke sebuah klinik kesehatan di kota Bourj Qalaouiyeh, di Lebanon selatan pada Sabtu (14/3) menewaskan sedikitnya 12 tenaga medis.

Dalam satu bulan, serangan Israel ke Lebanon telah menewaskan 31 orang dari kalangan medis.

Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat korban tewas akibat serangan keji Israel ke klinik di Bourj Qalaouiyeh adalah dokter hingga perawat. Sementara, satu tenaga kesehatan lainnya terluka dalam serangan itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Operasi penyelamatan korban masih berlangsung untuk mencari korban yang hilang.

Kementerian Kesehatan juga menyatakan serangan tersebut terjadi setelah serangan sebelumnya yang menargetkan paramedis di kota Al-Sawana, yang juga berada di Lebanon selatan.

Pihak Lebanon menuding Israel berulang kali menargetkan kru ambulans saat mereka sedang menjalankan tugas penyelamatan.

Per Sabtu (14/3), Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat korban tewas akibat serangan Israel mencapai 826 orang, termasuk 65 perempuan dan 106 anak-anak.

Sementara, 2.009 orang lainnya terluka dan ratusan ribu orang mengungsi.

Pemerintah Lebanon mencatat sedikitnya 773 orang telah tewas sejak Israel memulai serangan ke negara tersebut. Dari jumlah itu, 103 di antaranya adalah anak-anak, menurut data Kementerian Kesehatan.

Kepada CNN, militer Israel mengatakan sudah mengetahui adanya laporan mengenai serangan di wilayah Bourj Qalaouiyeh di Lebanon selatan.

"Insiden tersebut sedang ditinjau," kata pihak militer.

Militer Israel menuduh Hizbullah menggunakan ambulans untuk kepentingan militer, mirip dalih yang dipakai saat menyerang fasilitas-fasilitas kesehatan di Gaza, Palestina.

Juru bicara Israel, Avichay Adraee memperingatkan bahwa negaranya akan bertindak "sesuai dengan hukum internasional terhadap setiap aktivitas militer" yang melibatkan penggunaan fasilitas medis atau ambulans oleh Hezbollah.

Bukan Ulah Perdana Israel

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengecam pembunuhan tenaga medis itu melalui media sosial. Menurutnya, tindakan mendesak diperlukan untuk meredakan krisis serta melindungi kesehatan masyarakat di seluruh kawasan.

"Sejak 2 Maret, WHO telah memverifikasi 27 serangan terhadap fasilitas kesehatan di Lebanon, yang mengakibatkan 30 orang tewas dan 35 lainnya terluka, termasuk peristiwa mengerikan pada Jumat," tulis Ghebreyesus.

Lebanon terseret ke dalam perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Milisi Hizbullah di Lebanon menyerang Israel sebagai respons atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan hari pertama Washington dan Tel Aviv ke Teheran.

(pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Bisnis | Football |