Stok Beras Indonesia Tembus 5 Juta Ton Bulan Depan

16 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman memperkirakan stok beras pemerintah (CBP) mencapai 5 juta ton dalam sebulan ke depan. Melimpahnya stok ini membuka ruang ekspor lanjutan ke negara-negara lain.

Amran menjelaskan, saat ini CBP yang dikuasai Perum Bulog mencapai 3,9 juta ton. Peningkatan ke 5 juta ton dalam sebulan kedepan disebut jadi sejarah baru Indonesia.

"Stok (CBP) kita hari ini 3,9 juta ton. Minggu ini Insya Allah 4 juta ton dan 1 bulan ke depan 5 juta ton. Ini belum pernah terjadi selama sejarah Republik Indonesia. Insya Allah bulan 4, 5, 6 (April, Mei, Juni), itu bisa 6 juta ton. (Di April) 5,2 juta ton (itu) estimasi bulan depan," kata Amran, mengutip keterangan resmi, Jumat (13/3/2026).

Dalam catatan Bapanas, angka realisasi pengadaan beras dalam negeri per 11 Maret 2026 telah mencapai 928,2 ribu ton. Capaian ini naik 208,8 ribu ton dibandingkan realisasi Januari-Maret 2025 sebanyak 719,3 ribu ton.

"Ini adalah kerja keras kita semua yang membuahkan hasil di bawah gagasan besar Bapak Presiden. Bapak Presiden kita luar biasa, menggerakkan ekonomi rakyat. Capaian kita alhamdulillah, luar biasa," tuturnya.

Amran juga membuka peluang ekspor beras ke negara lain, menyusul pengiriman ke Arab Saudi sebagai bahan pangan konsumsi jemaah haji Indonesia. "Kita sudah mulai ekspor ke negara lain dan insya Allah mudah-mudahan tiga negara menyusul, kita ekspor ke negara tetangga," sebut Amran.

Stok Beras RI Cukup

Sebelumnya, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan stok beras Indonesia dalam kondisi yang melimpah. Bahkan, cukup untuk konsumsi masyarakat hampir setahun penuh kedepan.

Amran menjelaskan, stok beras nasional saat ini mencapai 27,99 juta ton. Rinciannya, terdiri dari stok di Perum Bulog sebesar 3,76 juta ton, stok masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sebesar 11,73 juta ton.

“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Mentan Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jumat (6/03/2026).

Penyerapan Produksi Lokal

Stok beras tersebut tidak terlepas dari tingkat produksi nasional yang mencapai 2,6-5,7 juta ton per bulan. Di atas konsumsi rata-rata nasional yang mencapai 2,59 juta ton per bulan. Pada periode Januari hingga Mei 2026, produksi beras tercatat mencapai sekitar 16,92 juta ton, dengan rata-rata produksi bulanan berkisar antara 2,6 hingga 5,7 juta ton.

“Produksi kita tetap terjaga. Bahkan dalam beberapa bulan produksi bisa mencapai 5,7 juta ton, sehingga pasokan domestik sangat kuat,” katanya.

Selain itu, stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Bulog juga terus meningkat. Saat ini stok Bulog telah mencapai 3,7 juta ton. “Kita perkirakan dalam dua bulan ke depan stok Bulog bisa mencapai 5 juta ton. Ini akan semakin memperkuat cadangan pangan pemerintah,” jelasnya.

Harga Stabil

Lebih lanjut, Amran menegaskan kondisi pangan nasional tetap stabil meski ada ketegangan perang antara Amerika Serikat (AS) - Israel vs Iran.

“Kita tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi geopolitik global maupun potensi El Nino. Produksi kita kuat, stok kita aman,” tegasnya.

“Insya Allah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan,” sambung Amran.

Read Entire Article
Bisnis | Football |