Tantangan untuk Ivar Jenner: Pelatih Dewa United Minta Lebih dari Sekadar Bakat, Tapi Berkembang

3 weeks ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Ivar Jenner kembali ke klub setelah menjalankan tugas internasional bersama Timnas Indonesia. Kehadirannya langsung dinantikan oleh Dewa United.

Gelandang berusia 22 tahun itu diharapkan menjadi energi baru. Dewa United tengah memburu posisi enam besar di BRI Super League 2025/2026.

Namun, kepulangannya tidak hanya membawa ekspektasi. Ada juga tantangan besar yang menanti di level klub.

Pelatih Jan Olde Riekerink memberikan perhatian khusus. Ia melihat potensi besar, tetapi juga menyoroti aspek perkembangan yang belum maksimal.

Situasi ini menempatkan Ivar dalam fase krusial. Ia tidak hanya harus tampil baik, tetapi juga berkembang secara konsisten.

Riekerink Soroti Perkembangan dan Fondasi Permainan

Jan Olde Riekerink mengaku bangga dengan pemanggilan Ivar ke Timnas. Baginya, itu bukti bahwa kualitas pemain diakui.

Namun, ia tidak ingin larut dalam euforia tersebut. Fokus utamanya tetap pada perkembangan Ivar di level klub.

"Tidak perlu analisis pertandingan timnas karena intinya saya senang bakatnya Ivar diakui oleh federasi dan saya tahu dia main dua kali," buka Riekerink.

"Tetapi saya lihat di kariernya ada sedikit aneh karena semestinya ada dasar-dasar elementary tadi yang harusnya dia bisa jauh lebih berkembang daripada yang lain dan dia juga sudah lama di Jong Utrecht," ujar Riekerink.

Komentar ini menunjukkan evaluasi yang jujur. Ivar dinilai masih memiliki ruang besar untuk memperbaiki fondasi permainan.

Tekanan dan Lingkungan Jadi Kunci Perkembangan

Riekerink menegaskan bahwa bakat saja tidak cukup. Seorang pemain harus berada dalam tekanan untuk berkembang.

"Dan bakat, pelatih selalu bilang bakat hanya bisa berkembang kalau ada tekanan. Nah jadi intinya saya senang dia dipanggil oleh tim nasional dan harapannya Ivar bisa berkembang di sini juga di lingkungan kita," tambahnya.

Dewa United disebut memiliki lingkungan yang mendukung. Klub ini mengusung standar latihan dan fasilitas ala Eropa.

"Karena kita latihannya seperti di Eropa, kita punya infrastruktur, akomodasi, semua seperti di Eropa," kata Riekerink.

"Tapi bukan hanya Ivar, Rafael juga masih bisa berkembang dan saya merasa lingkungan yang ada di sini akan membantu mereka untuk bisa berkembang," tutup pelatih berusia 63 tahun tersebut.

Sumber: I.League

Steven Gerrard Prediksi Masa Depan Mohamed Salah, Bukan ke Chelsea atau Arsenal

Read Entire Article
Bisnis | Football |