Tersingkir dari Liga Champions, Florentino Perez 'Kuliti' Pemain Madrid di Ruang Ganti

11 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid harus mengubur impiannya di Liga Champions musim ini setelah disingkirkan oleh Bayern Munchen. Kekalahan agregat 4-6 di babak perempat final ini menyulut kemarahan Presiden klub, Florentino Perez, yang dikenal jarang menunjukkan emosinya secara langsung kepada publik.

Insiden ini terjadi setelah leg kedua di Allianz Arena, Munchen, di mana Real Madrid takluk 3-4. Hasil tersebut memperpanjang penderitaan Los Blancos yang juga terancam tanpa gelar di kompetisi domestik, tertinggal sembilan poin dari Barcelona di La Liga.

Kekalahan ini dianggap sebagai kegagalan besar oleh manajemen klub, mendorong Perez untuk mengambil tindakan yang tidak biasa dengan mendatangi ruang ganti tim dan memberikan peringatan keras kepada skuadnya.

Kekalahan Dramatis dan Kontroversi Wasit

Pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions antara Real Madrid dan Bayern Munchen berlangsung dramatis dengan skor akhir 4-3 untuk kemenangan tuan rumah, menjadikan agregat 6-4 untuk Bayern. Real Madrid sempat unggul di babak pertama, namun keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga akhir laga.

Momen krusial terjadi ketika gelandang Real Madrid, Eduardo Camavinga, menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah pada menit ke-86 setelah melanggar Harry Kane. Keputusan wasit Slavko Vincic ini memicu protes keras dari para pemain Real Madrid.

Jude Bellingham bahkan menyebut keputusan kartu merah tersebut sebagai lelucon, sementara Dani Carvajal menilai hal itu berperan besar dalam kekalahan tim. Bermain dengan 10 pemain, Bayern Munchen memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan maksimal, mencetak gol penyeimbang melalui Luis Diaz dan gol penentu kemenangan dari Michael Olise di masa injury time.

Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Real Madrid dalam lebih dari satu dekade di Liga Champions setelah sempat unggul saat turun minum, sebuah rekor yang terputus dalam laga penuh drama ini.

Reaksi Keras Florentino Perez di Ruang Ganti

Setelah peluit panjang dibunyikan, Florentino Perez langsung mendatangi ruang ganti tim di Munchen. Tindakan ini merupakan hal yang tidak biasa, mengingat Perez cenderung lebih tertutup dalam momen-momen kekalahan.

Sebelum meluapkan kekecewaannya, Perez bahkan menginstruksikan pemain muda Arda Guler untuk meninggalkan area ruang ganti, menunjukkan keseriusan situasi yang akan terjadi.

Perez menegaskan standar tinggi klub tidak bisa ditawar. Ia menyampaikan kepada para pemain, "Saya menghargai usaha kalian hari ini, tetapi musim ini adalah kekecewaan besar bagi semua." Ia melanjutkan dengan kalimat yang lebih menusuk, "Satu musim tanpa gelar adalah kegagalan karena kita Real Madrid, tetapi dua musim tanpa trofi adalah sesuatu yang tidak bisa ditoleransi." Presiden klub juga mengingatkan para pemain tentang tanggung jawab mereka. "Bermain untuk Real Madrid adalah sebuah hak istimewa yang datang dengan banyak tanggung jawab. Banyak dari kalian yang belum memenuhinya," ucap Perez. Ia juga menuntut tim untuk setidaknya mengakhiri kejuaraan La Liga dengan bermartabat.

Read Entire Article
Bisnis | Football |