Timnas Indonesia Bukan Kanada, Jalan Menantang John Herdman Menuju Piala Dunia

1 month ago 42

Liputan6.com, Jakarta - Keberhasilan memimpin Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 jadi salah satu nilai plus dalam karier kepelatihan John Herdman. Kesuksesan tersebut pun menarik perhatian PSSI sehingga menunjuknya sebagai nakhoda baru timnas Indonesia.

Bersama Herdman, Kanada mencapai Qatar 2022 usai memuncaki klasemen akhir putaran tiga kualifikasi zona Concacaf. Mereka memiliki 28 poin hasil 14 laga, unggul selisih gol atas Meksiko dan memimpin tiga nilai atas Amerika Serikat.

Penantian 36 tahun pun berakhir. Sejak mengikuti Piala Dunia 1986, Kanada harus terima melihat para tetangga ambil bagian pada pesta sepak bola termegah di muka bumi. Meksiko dan kemudian Amerika Serikat merupakan wakil langganan Concacaf. 

Namun, Kanada juga hanya bisa gigit jari menyaksikan nama-nama seperti Kosta Rika, Jamaika, Trinidad & Tobago, Honduras, dan Panama lolos ke Piala Dunia lebih dulu ketimbang mereka. Meski sepak bola bukanlah olahraga utama di Kanada, catatan ini tetap menyisakan perasaan getir di negara tersebut.

Pengamat sepak bola Ronny Pangemanan menilai posisi John Herdman aman menangani Timnas Indonesia hingga 2027. Meski segudang PR dan tekanan menanti, PSSI disebut memberi kepercayaan penuh dalam proyek jangka panjang.

Situasi Unik Sepak Bola Asia

Herdman sudah menuntaskan dahaga Kanada. Kini dia memiliki tantangan lebih besar bersama timnas Indonesia dalam usaha mewujudkan mimpi mencapai Piala Dunia.

Kualitas persaingan di Amerika Utara, Tengah, dan Karibia memiliki karakteristik tersendiri. Begitu pula dengan rivalitas sepak bola Asia.

Indonesia terletak di kawasan dengan popularitas sepak bola tinggi, tapi minim prestasi pada pentas regional dan dikepit dua kiblat menakutkan. Di sisi timur ada kekuatan dengan pengalaman organisasi yang dibangun dalam beberapa dekade: Jepang dan Korea Selatan.

Di barat, kekuatan uang dan lobi politik membuat negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, hingga Uni Emirat Arab (UEA) dalam posisi menguntungkan ketimbang yang lain. Ada pula raksasa Iran yang sudah tujuh kali ikut Piala Dunia, termasuk pada 2026.

Belum lagi menghitung Australia yang memilih menempuh perjalanan menuju Piala Dunia dari Asia ketimbang Oceania. Situasi inilah yang dihadapi Herdman bersama timnas Indonesia.

Angkat Kanada, Herdman Juga Bisa Dongrak Indonesia?

Peringkat FIFA bisa digunakan sebagai perbandingan untuk menunjukkan persaingan sepak bola Asia lebih sengit ketimbang Concacaf. Ketika kualifikasi zona Concacaf menuju Qatar 2022 dimulai pada Maret 2021, Kanada menduduki posisi 73 dunia. Mereka berada di belakang Meksiko (9), Amerika Serikat (22), Jamaika (47), Kosta Rika (50), Honduras (64), dan El Salvador (70).

Lanjut baca

Ketika penyisihan berakhir Maret 2022, Kanada melesat ke peringkat 38 berkat sentuhan magis Herdman. Alphonso Davies dan kawan-kawan hanya kalah dari Meksiko (9), Amerika Serikat (15), dan Kosta Rika (38). Persaingan lain turut melibatkan Panama (61), Jamaika (64), El Salvador (74), Curacao (79), Honduras (82), Haiti (90), dan Trinidad & Tobago (100). Sementara saat ini Indonesia menduduki urutan 122 di ranking FIFA atau 23 Asia. Artinya, ada 22 negara lain yang 'lebih kuat' ketimbang Garuda. Padahal Asia hanya mendapat jatah 8+1 tiket untuk Piala Dunia. Di atas kertas, kecuali mengalami keruntuhan drastis, tim-tim seperti Jepang, Korea Selatan, Iran, dan Australia hampir pasti mengamankan kursi tersebut. Maka menjadi tugas Herdman membawa Indonesia lolos memperebutkan tiket tersisa, meski masih ada nama-nama mencakup Arab Saudi, Qatar, Uzbekistan, Irak, Yordania, hingga UEA.

Read Entire Article
Bisnis | Football |