Timnas Indonesia U-17 Bakal Rombak Skuad untuk Piala Asia, 3 Pemain Keturunan Siap Gabung

1 week ago 21

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia U-17 Kurniawan Dwi Yulianto mengisyaratkan akan ada perombakan skuad untuk menghadapi ajang Piala Asia U-17 2026. Sejumlah nama pemain keturunan seperti Matthew Baker, Noha Pohan Simangunsong, dan Mike Rajasa akan diikutsertakan.

Keputusan itu diambil demi bisa mendapatkan hasil yang baik pada ajang Piala Asia U-17 2026 mendatang. Adapun gelaran kelompok umur bergengsi itu akan digelar pada 5-22 Mei 2026 di Arab Saudi.

Timnas Indonesia U-17 baru saja meraih hasil kurang memuaskan dalam ajang Piala AFF U-17 2026. Skuad berjuluk Garuda Asia itu terhenti di fase grup karena hanya mampu mengoleksi total empat poin dari tiga pertandingan.

Skuad asuhan Kurniawan Dwi Yulianto itu pun istirahat lebih cepat meskipun berstatus sebagai tuan rumah. Kini, para pemain muda itu diharapkan bisa fokus untuk mempersiapkan diri menghadapi Piala Asia U-17 2026 yang tak lama lagi akan bergulir.

"Untuk pemain (di Piala Asia U-17 2026) memang kita nanti akan membawa 23 pemain, dan dari list rombongan kita itu ada 50 pemain yang sudah didaftarkan. Jadi dalam beberapa hari lagi kita coba akan melakukan evaluasi terkait pemain yang ada," ungkap Kurniawan, Minggu (19/4/2026).

Tiga Pemain Diaspora Turut Serta

Kurniawan mengatakan bahwa nantinya Timnas Indonesia U-17 akan mendapatkan tambahan pemain yang bermain di luar negeri, seperti Matthew Baker (Melbourne City/Australia), Noha Pohan Simangunsong (NAC Breda/Belanda), dan Mike Rajasa (FC Utrecht/Belanda).  

"Di Piala Asia U-17 2026 kita InsyaAllah ada tambahan tiga pemain. Ada Matthew Baker, ada Noha, dan Mike si penjaga gawang," jelas Kurniawan. 

"Jadi kita benar-benar akan memikirkan untuk 23 pemain terkait yang akan dibawa," tegasnya.

Piala AFF U-17 Jadi Persiapan Piala Asia U-17

Kurniawan menjelaskan bahwa Piala AFF U-17 2026 kemarin menjadi salah satu persiapan untuk menghadapi Piala Asia U-17 2026. Dia memberikan contoh pada laga terakhir fase grup kontra Vietnam, itu menjadi penerapan strategi untuk menghadapi lawan-lawan di Asia yang lebih kuat.

Oleh karena itu, Garuda Asia memakai formasi yang lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat pada laga kontra Vietnam. Namun, sayangnya hasil yang didapatkan belum maksimal karena skor hanya mampu berakhir imbang 0-0.

"Kami coba menunggu Vietnam di sepertiga, tiga perempat lapangan, di setengah lapangan, berharap dapat bola dan lakukan serangan balik, karena kita mempersiapkan tim ini pada tujuannya ya untuk Piala Asia," kata Kurniawan. "Kita di dua pertandingan awal coba pakai empat bek, tapi memang kita sedikit ada kendala ketika kita kena seranga bali. Jadi, kita berpikir untuk bermain lebih aman, sekaligus untuk mematangkan formasi lima pemain (bertahan)," tambahnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |