Transfer Gagal Real Madrid: 10 Rekrutan Terburuk yang Jadi Pelajaran Mahal

4 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid dikenal sebagai salah satu raksasa sepak bola dunia dengan sejarah panjang penuh trofi. Mereka telah memenangkan Liga Champions sebanyak 15 kali dan merekrut banyak pemain legendaris.

Nama-nama besar seperti Real Madrid selalu identik dengan transfer spektakuler. Namun, tidak semua keputusan di bursa transfer berakhir sukses.

Dalam beberapa tahun terakhir, mereka lebih selektif dalam merekrut pemain muda dari Brasil. Strategi ini dilakukan untuk bersaing dengan klub kaya seperti Manchester City dan PSG.

Meski begitu, dalam 25 tahun terakhir, Madrid tetap melakukan pembelian mahal yang penuh risiko. Beberapa di antaranya justru berakhir sebagai kegagalan besar.

Pengeluaran besar tidak selalu menjamin kesuksesan di lapangan. Berikut ini adalah 10 transfer terburuk sepanjang sejarah Real Madrid.

1. Nicolas Anelka - €35 Juta dari Arsenal (1999)

Nicolas Anelka tampil impresif bersama Arsenal pada musim 1998/99. Ia menjadi top skor tim di Premier League dengan 17 gol dan meraih penghargaan PFA Player of the Year.

Namun performanya menurun setelah musim tersebut. Ia juga mulai mendapat kritik dari para pendukung yang kecewa dengan penampilannya.

Pada musim panas 1999, ia pindah ke Real Madrid dengan nilai transfer lebih dari 35 juta euro. Meski begitu, ia membutuhkan waktu lima bulan untuk mencetak gol pertamanya di klub tersebut.

Hubungannya dengan pelatih Vicente del Bosque kemudian memburuk. Meski sempat berkontribusi di Liga Champions, ia akhirnya kembali ke PSG pada musim panas 2000.

2. Elvir Baljic - €26 Juta dari Fenerbahce (1999)

Elvir Baljic menjadi bagian dari belanja besar Real Madrid pada musim panas 1999. Ia didatangkan dari Fenerbahce dengan nilai transfer sekitar 26 juta euro.

Baljic sebelumnya tampil impresif di Turki sebelum pindah ke Spanyol. Namun nasib buruk langsung menghampirinya saat mengalami cedera ligamen serius sebelum musim dimulai.

Cedera tersebut membuatnya absen dalam waktu lama dan sulit menemukan kembali performa terbaiknya. Situasinya semakin sulit setelah pelatih John Toshack dipecat dari jabatannya.

Di bawah pelatih baru Vicente del Bosque, ia semakin jarang mendapat kesempatan bermain. Setelah beberapa kali dipinjamkan, kontraknya akhirnya diputus pada tahun 2002.

Mariano Diaz menjadi salah satu transfer yang membingungkan dalam sejarah Real Madrid. Keputusan untuk merekrutnya kembali menimbulkan banyak pertanyaan. Ia merupakan lulusan akademi La Fabrica dan sempat bersinar bersama tim cadangan. Mariano kemudian naik ke tim utama pada 2016, tetapi dinilai belum memenuhi standar. Madrid menjualnya ke Olympique Lyonnais pada 2017 dan ia tampil cukup baik di sana. Namun hanya setahun berselang, Madrid justru membelinya kembali dengan harga 23 juta euro. Kepulangan tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Ia hanya mencetak tujuh gol dalam lima tahun sebelum akhirnya pergi secara gratis pada 2023.

Read Entire Article
Bisnis | Football |