Unik, Wisatawan di Negara ASEAN Ternyata Manfaatkan Tanggal Kembar untuk Liburan

13 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Perubahan signifikan dalam cara wisatawan Indonesia dan negara Asia Tenggara lain merencanakan perjalanan menarik perhatian. Saat ini, wisatwan semakin memanfaatkan momen kalender, terutama tanggal kembar, sebagai acuan dalam menentukan waktu pemesanan dan perjalanan.

Di Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam, platform perjalanan Traveloka memantau perilaku pemesanan dari Maret hingga Desember 2025 dan menemukan bahwa aktivitas kunjungan meningkat lebih dari 20% dan transaksi naik hampir 25% pada tanggal kembar (1.1, 2.2, 3.3, 11.11, 12.12) dibandingkan hari-hari lainnya.

Khusus di Indonesia, pola ini makin terlihat pada periode Oktober hingga Desember, di mana kampanye pariwisata tanggal kembar mendorong pertumbuhan nilai transaksi hingga sekitar 40%.

“Para pengguna kami menunjukkan bahwa  mereka  ingin  merencanakan perjalanannya  di sekitar tanggal kembar,” ujar Head of Marketing Traveloka Alex Jung, Selasa (5/5/2026).

Pola Destinasi Perjalanan

Destinasi domestik seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Makassar, dan Medan masih menjadi pilihan utama wisatawan Indonesia. Hal ini encerminkan tingginya minat terhadap perjalanan jarak dekat yang fleksibel di dalam negeri.

Sementara itu, destinasi internasional terdekat seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dan Cina juga terus diminati, terutama oleh wisatawan yang mencari pilihan liburan regional yang praktis dan nyaman.

Bali akan Punya Water Taxi, Bandara ke Canggu Cuma 30 Menit

Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah menyiapkan layanan moda transportasi water taxi yang diharapkan kian memudahkan mobilitas masyarakat di Bali dari  Bandara I Gusti Ngurah Rai ke kawasan Canggu.

Sebagai bagian dari penugasan pemerintah, ASDP bersama PT Angkasa Pura Indonesia telah menyelesaikan studi kelayakan (feasibility study) water taxi yang menunjukkan bahwa proyek ini memiliki potensi untuk dilanjutkan.

Kajian dilakukan secara komprehensif mencakup aspek pasar, teknis, finansial, operasional, hingga sosial dan lingkungan. Hasilnya juga mengidentifikasi lintasan Sekeh – Canggu (Berawa) sebagai rute prioritas pada tahap awal pengembangan.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam merespons kebutuhan mobilitas yang semakin dinamis, sekaligus memperkuat konektivitas antarmoda di kawasan pariwisata unggulan.

“Pengembangan layanan water taxi menjadi bagian dari komitmen kami dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk menghadirkan sistem transportasi yang terintegrasi. Kami berharap layanan ini dapat menjadi alternatif yang efisien, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan,” ujar dia dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa pengembangan water taxi merupakan solusi strategis dalam mendorong integrasi transportasi antarmoda, yang menghubungkan jaringan darat, laut, dan udara secara lebih efektif.

Efisiensi Mobilitas

Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi mobilitas sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya di wilayah Kabupaten Badung sebagai pusat aktivitas pariwisata Bali.

Secara operasional, moda ini diyakini mampu memberikan efisiensi signifikan. Berdasarkan observasi, waktu tempuh perjalanan darat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu berkisar antara 1 hingga 2 jam.

Dengan kehadiran water taxi, waktu tempuh tersebut diproyeksikan dapat dipangkas menjadi maksimal 30 menit, sehingga memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa sekaligus meningkatkan daya saing destinasi.

Di tengah tingginya mobilitas wisatawan dan aktivitas ekonomi, Bali dinilai terus membutuhkan solusi transportasi yang mampu menghadirkan konektivitas cepat, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah mendorong pengembangan layanan water taxi sebagai bagian dari upaya memperkuat integrasi antarmoda transportasi nasional.

Read Entire Article
Bisnis | Football |