5 Negara Pemilik Kereta Bawah Tanah Terpanjang di Dunia

9 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki abad ke-21, jaringan metro atau kereta bawah tanah bukan lagi sekadar pilihan moda transportasi tambahan, melainkan telah bertransformasi menjadi tulang punggung utama mobilitas masyarakat di berbagai belahan dunia. Laju urbanisasi yang terus melonjak, tingginya angka kemacetan jalan raya, hingga pergeseran gaya hidup masyarakat yang kini lebih memilih transportasi umum dibanding kendaraan pribadi, menjadi dorongan kuat bagi banyak negara untuk terus berinovasi.

Demi menciptakan ruang kota yang lebih tertata dan ramah lingkungan, negara-negara ini saling berlomba membangun, memperpanjang, dan memodernisasi jalur transit cepat mereka agar mampu menampung jutaan pergerakan manusia setiap harinya.

Kehadiran infrastruktur bawah tanah yang canggih ini tak hanya mempermudah konektivitas antarwilayah di kawasan perkotaan, tetapi juga menjadi simbol kemajuan ekonomi dan dominasi teknologi suatu negara.

Mengutip data dari Seasia Stats, Rabu (9/9/2026), berikut daftar 5 negara yang mencatatkan diri sebagai pemilik jaringan kereta bawah tanah (metro) terbesar di dunia.

1. China

China kokoh di posisi puncak sebagai pemilik jaringan metro terpanjang di dunia. Total jalurnya mencapai sekitar 11.000 kilometer yang tersebar di hampir 50 kota. Pembangunan kilat ini merupakan hasil dari program New Urbanisation Plan yang dicanangkan pemerintah Tiongkok. Kota-kota megapolitan seperti Shanghai, Beijing, dan Guangzhou menjadi pusat utama jaringan ini. 

Sebagai gambaran, sistem metro di Beijing saja membentang sepanjang 879 kilometer dengan 424 stasiun, serta melayani lebih dari 3,6 miliar penumpang per tahun.

2. Amerika Serikat

Posisi kedua ditempati oleh Amerika Serikat (AS) dengan total panjang jalur subway berkisar antara 1.300 hingga 1.500 kilometer. Jaringan di AS merupakan salah satu sistem kereta bawah tanah tertua yang masih aktif hingga kini. Kota New York menjadi yang terbesar di AS dengan koleksi lebih dari 424 stasiun dan mengangkut sekitar 2 miliar penumpang setiap tahunnya.

3. India

India berada di peringkat ketiga dengan lonjakan pembangunan jaringan metro yang sangat pesat beberapa tahun terakhir. Saat ini, India memiliki total jalur kereta bawah tanah sepanjang lebih dari 1.300 kilometer. Jaringan terluas dan tersibuk di negara ini terpusat di kawasan ibu kota, New Delhi.

4. Jepang

Dikenal luas akan ketepatan waktu dan efisiensi pelayanannya, Jepang menempati posisi keempat global dengan total panjang jaringan metro mencapai hampir 900 kilometer. Sistem kereta bawah tanah terbesar di Jepang terpusat di wilayah metropolitan Tokyo dan Osaka. Khusus untuk Tokyo Metro, moda ini diandalkan oleh hampir satu juta komuter setiap harinya, menjadikannya salah satu sistem transit terpadat di dunia.

5. Korea Selatan

Mengisi posisi kelima, Korea Selatan mengoperasikan jaringan metro dengan panjang jalur total sekitar 760 kilometer. Sistem metro di ibu kota Seoul menjadi salah satu yang tersibuk di dunia, di mana jalur lintasannya sendiri membentang hampir 400 kilometer dan melayani sekitar 2,3 miliar penumpang per tahun. 

Kehadiran jaringan metro yang terintegrasi dan luas terbukti ampuh mengurai kemacetan sekaligus mendorong roda perekonomian kota-kota megapolitan. Lewat investasi masif di sektor transportasi rel ini, kelima negara tersebut membuktikan bahwa modernisasi sistem transit bawah tanah adalah kunci utama menciptakan mobilitas perkotaan yang berkelanjutan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |