Harga Pangan Hari Ini: Beras dan Gula Kompak Turun

6 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Harga pangan seperti harga beras kembali turun pada Rabu, (9/9/2026). Pada Selasa, 8 September 2026, beras kualitas super tipe I dijual Rp 18.200 per kilogram (kg), kini dijual Rp 17.850 per kg. Sementara, kualitas medium tipe I semula Rp 17.000 per kg, pada Rabu pekan ini, seharga Rp 16.600 per kg.

Selain itu, harga beras kualitas bawah tipe I tadinya dipatok Rp 16.150 per kg, tapi sekarang sudah turun ke 14.900 per kg. Demikian berdasarkan data harga pangan di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pada Rabu, 9 September 2026.

Di sisi lain, harga minyak, semua turun kecuali minyak goreng jenis curah. Minyak goreng kemasan bermerek dijual di rentang harga Rp 23.500-24.350 per kg. Sedangkan jenis curah naik dari harga kemarin, Rp 19.700 per kg, ke Rp 20.450 per kg.

Selain itu, harga gula juga merosot. Varian premium semula dipasarkan Rp 23.500 per kg, saat ini dijual Rp 20.350 per kg. Sementara, gula pasir lokal kemarin dijual Rp 20.100 per kg, dan Rabu pekan ini 19.100 per kg.

Berikut adalah daftar lengkap harga beras, minyak, dan gula pada Rabu pagi:

Harga Beras

  • Kualitas Super: Tipe I Rp 17.850 per kg, dan tipe II Rp 17.300 per kg.
  • Kualitas Medium: Tipe I dan tipe II dipatok Rp 16.600 dan Rp 16.400 per kg.
  • Kualitas Bawah: Tipe I Rp 14.900 per kg, sedangkan tipe II Rp 14.700 per kg.

Harga Minyak dan Gula

  • Minyak Goreng: Kemasan bermerek 1 dibanderol di harga Rp 24.350 per kg, kemasan bermerek 2 seharga Rp 23.500 per kg, dan jenis curah di harga Rp 19.100 per kg.
  • Gula Pasir: Varian premium bertengger di angka Rp 20.350 per kg, sedangkan gula pasir lokal dipatok seharga Rp 19.100 per kg.

380 Ribu Ton Beras Bulog Turun Mutu Dilelang untuk Jadi Tepung

Sebelumnya, Pemerintah menyepakati hilirisasi sekitar 380 ribu ton beras Bulog yang mengalami penurunan mutu menjadi tepung. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga nilai ekonomi beras sekaligus membantu menstabilkan harga pangan.

Ini diungkapkan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas). "Beras yang mutunya turun nantinya bisa dibeli oleh pabrik-pabrik tepung untuk diolah menjadi tepung. Dengan begitu, harga tepung yang saat ini naik juga diharapkan bisa turun,” kata Zulhas melansir Antara di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Kebijakan tersebut telah diputuskan dalam rapat koordinasi pemerintah sebagai bagian dari langkah memperkuat pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CPB) yang terus berada pada tingkat tinggi, mencapai 5 juta ton lebih.

Zulhas menjelaskan stok beras Perum Bulog yang melimpah menyebabkan sebagian beras mengalami penurunan mutu, sehingga perlu dimanfaatkan kembali melalui program hilirisasi.

Pemerintah memperkirakan sekitar 380 ribu ton beras dengan mutu menurun dapat dilelang kepada industri pengolahan tepung dengan harga minimal Rp 11.000 per kilogram agar tetap bernilai ekonomi.

Harga lelang tersebut hanya berbeda sekitar Rp 1.000 per kilogram dibandingkan harga beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual kepada masyarakat seharga Rp 12.500 per kilogram.

"Tentu ada (beras) yang kurang mutu. Nah, yang kurang mutu itu kira-kira 380 ribu ton. Ini boleh dilelang minimal harganya Rp11.000 per kg. Dilelang untuk dijadikan tepung," ujarnya pula.

Beras Hasil Lelang

Beras hasil lelang selanjutnya akan diolah menjadi tepung oleh industri, sehingga dapat menambah pasokan bahan baku sekaligus membantu memenuhi kebutuhan tepung yang terus meningkat di pasar.

Pemerintah berharap peningkatan pasokan tepung dari hasil hilirisasi tersebut mampu menekan harga tepung, sehingga kebutuhan industri makanan, usaha kecil, dan masyarakat tetap terpenuhi secara terjangkau.

Kebijakan hilirisasi beras menjadi tepung merupakan bagian dari rangkaian langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan bersama penambahan pasokan jagung serta beras Program SPHP.

Zulhas optimistis langkah cepat pemerintah melalui pemanfaatan stok beras, penguatan hilirisasi, dan pengendalian pasokan akan menjaga stabilitas harga beras, jagung, serta tepung di seluruh Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |