Alasan Dewa United Batal Tempuh Jalur Hukum Terkait Insiden Tendangan Kungfu di EPA U-20

2 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen Dewa United FC telah mengurungkan niatnya untuk menempuh jalur hukum terkait penyelesaian masalah dan insiden tendangan kungfu melawan Bhayangkara FC. Banten Warriors memilih membatalkan rencana tersebut.

Insiden pasca laga Bhayangkara FC vs Dewa United menjadi sorotan karena terdapat keributan yang melibatkan antarpemain dan pelatih kedua tim. Kericuhan terjadi karena kekecewaan tim Polri terhadap wasit yang memimpin laga.

Kejadian itu kian memanas dan viral karena ada tendangan kungfu yang dilakukan oleh Fadly Alberto Hengga, pemain Bhayangkara FC. Ternyata, itu bukan satu-satunya yang terjadi karena ada beberapa pemain lain dari kedua tim turut melakukan hal serupa.

Manajemen Dewa United melalui Presiden klub Ardian Satya Negara, sempat menyatakan kekecewaannya terhadap insiden tersebut. Mereka pun siap untuk menempuh jalur hukum buntut aksi kekerasan yang terjadi di kompetisi Elite Pro Academy U-20 2025/2026. 

Tapi kini semuanya berakhir. Direktur Akademi Dewa United, Firman Utina, menyampaikan, meskipun pihak manajemen sempat merasa kecewa atas insiden tendangan kungfu tersebut, tapi insiden itu telah tuntas dan tak ada jalur hukum yang diambil.

Pernyataan itu dikatakan oleh Firman setelah manajemen dan segenap tim Bhayangkara FC menyambangi markas Dewa United di Dewa United Arena untuk melakukan mediasi dan menyampaikan permohonan maaf pada Rabu (22/4).

"Penyampaian dari pimpinan kami, Pak Ardian, beliau memang ada kecewa tapi memaafkan," kata Firman Utina.

"Memaafkan karena ini anak-anak, dia rasa ini juga enggak ada tuntutan sampai ke hukum untuk si Alberto, tapi ini lebih bagaimana cara kita melindunginya," tambahnya.

Tanggung Jawab Bersama

Menurut Firman, Ardian menarik rencananya ke jalur hukum karena persoalan di pembinaan usia muda ini merupakan tanggung jawab moral bersama. Klub harus mengedukasi dan membantu para pemain agar tidak lepas kontrol di lapangan.

"Karena beliau merasa bahwa kita sebagai orang tua, mungkin ada hal-hal yang tidak sampai secara edukasi terhadap anak-anak yang akhirnya lepas kontrol. Nah, ini jadi tanggung jawab kita sama-sama," terang Firman.

Mediasi Berjalan Hangat

Firman menambahkan, proses mediasi yang berlangsung di antara kedua tim juga berjalan lancar. Para pemain dan pelatih baik Bhayangkara FC maupun Dewa United saling meminta maaf atas insiden yang terjadi.

"Tadi mediasi berlangsung dari cerita, habis itu permintaan maaf dari teman-teman Bhayangkara FC. Alberto juga tadi sudah langsung meminta maaf dengan Raka dan teman-teman yang lain juga. Semua kita langsung saling memaafkan," ungkap Firman.

"Mereka bercerita karena jujur sepak bola itu habis di 90 menit, setelah itu mereka jadi teman lagi. Bahkan ada juga yang satu kampung sebetulnya," sambungnya.

Evaluasi Internal

Lebih jauh, Dewa United disebut Firman juga akan tetap melakukan evaluasi internal terhadap anggota tim, baik staf pelatih, ofisial, maupun pemain yang terlibat dalam kericuhan tersebut.

"Jika ada sesuatu yang melanggar kode etik dan indisipliner dan membuat cemar nama Dewa United, maka itu ditindaklanjuti secepatnya. Kami menyerahkan hal ini atau kelanjutan hal ini kepada PSSI, Komisi Disiplin, EPA, penyelenggara liga," lanjutnya.

Paul Pogba Ungkap Sisi Lain Jose Mourinho yang tak Diketahui Banyak Orang: Lucu Banget!

Read Entire Article
Bisnis | Football |