Alvaro Arbeloa Bongkar Biang Kerok Kekalahan Real Madrid Dari Getafe: Salah Satunya Wasit

2 days ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Kekalahan mengejutkan dialami Real Madrid saat menjamu Getafe pada pekan ke-26 La Liga 2025/2026 di Santiago Bernabeu, Selasa (03/03/2026). Pasukan Alvaro Arbeloa takluk 0-1 meski tampil dominan sepanjang pertandingan.

Madrid menguasai bola dan terus menekan pertahanan tim tamu. Namun efektivitas menjadi masalah besar yang tak mampu mereka pecahkan.

Dari total 18 tembakan yang dilepaskan, tujuh di antaranya tepat sasaran. Sayangnya, tak satu pun berbuah gol untuk tuan rumah.

Sebaliknya, Getafe yang minim dalam penguasaan bola justru tampil lebih klinis. Gol voli Martin Satriano pada menit ke-39 menjadi pembeda sekaligus memastikan kemenangan 1-0 bagi tim tamu.

Hasil ini membuat jarak Madrid dengan Barcelona di puncak klasemen semakin melebar. Madrid kini mengoleksi 60 poin dari 26 laga, terpaut empat angka dari Barca yang mengumpulkan 64 poin.

Kurang Agresif di Lini Depan Jadi Sorotan

Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, tak menampik timnya tampil kurang tajam di sepertiga akhir lapangan. Ia menilai ada aspek agresivitas yang belum maksimal saat menghadapi pertahanan rapat Getafe.

Menurutnya, Madrid sebenarnya mampu membangun serangan dengan cukup baik. Namun, mereka gagal menempatkan cukup banyak pemain di area berbahaya untuk benar-benar menekan lawan.

Beberapa peluang emas pun terbuang percuma, termasuk situasi satu lawan satu Vinicius dan tembakan Arda Guler yang digagalkan kiper David Soria. Sundulan Aurelien Tchouameni dan peluang Franco Mastantuono di akhir laga juga bernasib sama.

“Hari ini, kami kesulitan melawan lawan yang bertahan dengan sangat baik, tidak menekan kedua bek tengah kami dalam membangun serangan. Mungkin kami perlu lebih agresif di lini pertama, menempatkan lebih banyak pemain di lini akhir, melakukan lebih banyak pergerakan, dan lebih agresif di sayap,” ujarnya di laman resmi Real Madrid.

Terlalu Bergantung pada Vinicius

Arbeloa juga menyoroti kecenderungan timnya yang terlalu sering mengandalkan satu sisi serangan. Ia mengakui Madrid kerap memilih opsi paling mudah ketika menemui kebuntuan.

Dalam laga ini, Vinicius beberapa kali menjadi tumpuan utama untuk membongkar pertahanan Getafe. Kecepatan dan kemampuan dribelnya memang merepotkan, tetapi pola itu dinilai terlalu mudah dibaca.

Minimnya variasi serangan membuat Madrid gagal menciptakan ancaman yang konsisten dari kedua sisi lapangan. Situasi ini membuat Getafe lebih nyaman mengantisipasi pergerakan tuan rumah. “Memang benar bahwa kami sering mengandalkan pilihan 'mudah', yaitu Vinicius, yang memiliki kemampuan menggiring bola yang hebat, tetapi kami harus mampu menciptakan ancaman di kedua sisi dan menjadi ancaman konstan di kedua sayap. Itulah sesuatu yang perlu kami perbaiki dan tingkatkan,” terangnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |