Arsenal, Manchester United, dan Chelsea Berebut Morgan Rogers Senilai Rp1,8 Triliun

1 day ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Persaingan panas diprediksi akan terjadi pada bursa transfer musim panas mendatang. Gelandang serang muda milik Aston Villa, Morgan Rogers, disebut-sebut menjadi target utama sejumlah klub elite Liga Inggris termasuk Arsenal dengan nilai transfer yang bisa menembus £80 juta atau sekitar Rp1,8 triliun.

Nama Rogers kini tengah naik daun setelah tampil impresif dalam dua musim terakhir. Pemain berusia 23 tahun itu menjadi incaran serius dari Arsenal, Manchester United, dan Chelsea yang kembali menunjukkan ketertarikan mereka.

Penampilan konsisten Rogers membuatnya menjadi salah satu gelandang serang paling menjanjikan di Inggris. Bahkan, ia diprediksi bakal menjadi bagian penting dalam rencana pelatih Thomas Tuchel bersama Timnas Inggris di ajang Piala Dunia mendatang.

Catatan statistiknya pun tak main-main. Sejak awal musim lalu, Rogers telah mengoleksi total 24 gol dan 23 assist di berbagai kompetisi. Performa tersebut membuat harga pasarnya melonjak drastis dan menjadikannya aset berharga bagi Villa.

Kontrak Panjang dan Harga Selangit

Meski diminati banyak klub, peluang untuk mendapatkan Rogers tidaklah mudah. Aston Villa diketahui telah memperpanjang kontrak sang pemain hingga tahun 2031 tanpa klausul pelepasan. Situasi ini membuat klub asal Midlands itu berada di posisi tawar yang sangat kuat.

Selain itu, nilai tinggi yang dipatok Villa juga dipengaruhi oleh klausul pembagian keuntungan dengan Middlesbrough, klub yang menjual Rogers pada Februari 2024 seharga £15 juta.

Dalam kesepakatan tersebut, Villa harus menyerahkan 20 persen dari keuntungan penjualan kepada Middlesbrough.

Tekanan Finansial dan Ambisi Eropa

Dari sisi finansial, Aston Villa memang masih berupaya menyeimbangkan neraca keuangan mereka. Klub mencatat kerugian sebesar £120,3 juta pada musim 2022/23 dan £85,9 juta di musim berikutnya.

Meski sempat membukukan keuntungan £17 juta musim lalu, kondisi keuangan mereka masih belum sepenuhnya stabil, terutama terkait regulasi Profit and Sustainability.

Penjualan Rogers berpotensi menjadi solusi untuk meringankan tekanan tersebut. Namun, keputusan akhir juga akan dipengaruhi oleh pencapaian Villa musim ini, terutama peluang mereka lolos ke Liga Champions serta ambisi meraih gelar Liga Europa.

Faktor Liga Champions Jadi Penentu

Bukan hanya Villa, posisi akhir klub-klub peminat juga akan sangat menentukan masa depan Rogers. Sang pemain disebut memiliki ambisi besar untuk tampil di Liga Champions, sehingga faktor ini bisa menjadi penentu utama dalam memilih klub baru.

Di sisi lain, kontribusi Rogers di lapangan juga tak luput dari perhatian. Manajer Villa, Unai Emery, bahkan mengungkapkan bahwa pemainnya kerap menjadi target permainan keras dari lawan.

Menurut Emery, Rogers sering dihentikan dengan pelanggaran keras yang nyaris berbuah kartu kuning atau bahkan merah. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruhnya dalam permainan Villa.

Prediksi Liverpool vs Fulham: Kursi Arne Slot Makin Panas

Read Entire Article
Bisnis | Football |