Andoni Iraola Dinilai Lebih Ideal Tangani AC Milan

6 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan mulai bergerak mencari pelatih baru setelah resmi memecat Massimiliano Allegri. Kegagalan lolos ke Liga Champions 2026/2027 menjadi alasan utama Rossoneri melakukan perombakan besar-besaran.

Tidak hanya Allegri yang harus angkat kaki dari San Siro. Milan juga melepas sejumlah figur penting lain seperti Igli Tare, Geoffrey Moncada, hingga CEO Giorgio Furlani setelah musim yang dinilai jauh dari ekspektasi.

Situasi tersebut membuat Milan kini memasuki fase pembangunan ulang tim. Manajemen Rossoneri harus menentukan sosok pelatih yang tepat untuk membangun identitas baru sekaligus mengangkat performa klub musim depan.

Di tengah munculnya sejumlah kandidat, dua nama paling santer dikaitkan dengan AC Milan adalah Andoni Iraola dan Xavi Hernandez. Namun, jurnalis asal Spanyol, Jorge Garcia, menilai Iraola jauh lebih cocok untuk kondisi Milan saat ini.

Andoni Iraola Dinilai Lebih Fleksibel

Jorge Garcia menyebut salah satu kekuatan terbesar Andoni Iraola adalah fleksibilitas taktiknya. Pelatih Bournemouth itu dianggap mampu menyesuaikan gaya bermain dengan karakter pemain yang tersedia di dalam skuad.

Kemampuan tersebut dinilai sangat penting bagi AC Milan yang sedang menjalani masa transisi. Sebab, Rossoneri belum memiliki fondasi skuad yang benar-benar stabil setelah musim penuh gejolak.

"Iraola selalu mampu beradaptasi dengan pemain yang tersedia di klub barunya," ujar Garcia dalam wawancara dengan TMW.

"Dia melakukannya di Siprus, Mirandes, Rayo Vallecano, hingga akhirnya ke Premier League," lanjutnya.

Garcia menilai rekam jejak itu menunjukkan kualitas Iraola sebagai pelatih modern. Ia mampu membangun tim kompetitif tanpa harus selalu mendapatkan pemain dengan karakter spesifik.

Filosofi Xavi Dinilai Sulit Cocok dengan Milan

Di sisi lain, Jorge Garcia menilai pendekatan permainan ala Xavi Hernandez justru berpotensi menyulitkan AC Milan. Filosofi permainan mantan pelatih Barcelona itu disebut membutuhkan komposisi skuad yang sangat spesifik.

Garcia mencontohkan kebutuhan bek tengah dengan kemampuan distribusi bola kelas elite sebagai bagian penting dalam sistem permainan Xavi. Karakter seperti itu dianggap belum benar-benar dimiliki skuad Milan saat ini.

"Saya pikir akan lebih sulit bagi Milan untuk beradaptasi dengan Xavi dibandingkan Iraola jika melihat skuad yang mereka miliki sekarang," kata Garcia.

"Xavi membutuhkan bek tengah yang mampu membangun permainan dari belakang dengan kualitas tinggi, seperti Bonucci dulu," tambahnya.

Wembanyama Loyo, Thunder Selangkah Lagi Kembali ke NBA Finals

Read Entire Article
Bisnis | Football |