Atletico Madrid Murka, Tuduh Barcelona Lakukan Pendekatan Ilegal untuk Julian Alvarez

2 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Klub raksasa Spanyol, Atletico Madrid, melayangkan tuduhan serius terhadap rivalnya, Barcelona, terkait upaya transfer penyerang bintangnya, Julian Alvarez. Atletico menuduh Barcelona melakukan pendekatan ilegal terhadap pemain yang masih terikat kontrak, bahkan mengancam akan membawa kasus ini ke Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).

Situasi ini mencuat setelah Alvarez secara terbuka menyatakan keinginannya untuk meninggalkan Wanda Metropolitano pada musim panas ini. Pernyataan tersebut disampaikan setelah kemenangan timnas Argentina di Piala Dunia atas Austria pada 23 Juni 2026, di mana Alvarez mengungkapkan hasratnya untuk "mewujudkan mimpinya" di klub lain. Ia juga telah berkomunikasi dengan manajemen Atletico Madrid mengenai masa depannya, dengan Barcelona disebut-sebut sebagai destinasi pilihannya.

Menanggapi situasi ini, Atletico Madrid menunjukkan kemarahan besar dan bersikeras tidak akan melepas Alvarez, apalagi kepada Barcelona. Klub menegaskan bahwa setiap tim yang berminat harus memenuhi klausul rilis sang pemain yang mencapai angka fantastis €500 juta. Sebelumnya, Atletico bahkan menolak tawaran sebesar €150 juta dari Real Madrid untuk Alvarez.

Tuduhan Pendekatan Ilegal dan Ancaman ke FIFA

CEO Atletico Madrid, Gil Marin, menyatakan bahwa pihaknya memiliki tanggung jawab untuk membela kepentingan klub. Ia menuduh Barcelona telah "mendorong pemain" untuk memaksakan situasi transfer ini, serta melakukan negosiasi dengan Alvarez tanpa izin klub. Marin juga menyebut pernyataan Alvarez tentang keinginan hengkang sebagai hal yang tidak tepat waktu.

Atas dasar tersebut, Atletico Madrid berencana mengajukan keluhan resmi kepada FIFA terhadap Barcelona. Mereka menuduh Barcelona telah berbohong kepada klub, pemain, media, dan bahkan penggemar mereka sendiri, dengan mencoba meyakinkan semua pihak bahwa mereka mampu melakukan transfer yang sebenarnya di luar kemampuan finansial mereka.

Ini bukan kali pertama Barcelona menghadapi tuduhan serupa. Kasus-kasus sebelumnya melibatkan Nico Williams dari Athletic Club tahun lalu dan Antoine Griezmann di masa lalu, menunjukkan pola perilaku yang dipertanyakan oleh Atletico.

Yurisdiksi FIFA Dipertanyakan dalam Sengketa Domestik

Meskipun Atletico Madrid mengancam akan melapor ke FIFA, beberapa laporan mengindikasikan bahwa badan sepak bola dunia tersebut mungkin tidak memiliki yurisdiksi penuh dalam kasus ini. Hal ini dikarenakan baik Atletico Madrid maupun Barcelona berada di bawah Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Peraturan FIFA secara spesifik menyatakan bahwa sengketa transfer antara klub-klub dari asosiasi yang sama harus diatur oleh aturan asosiasi tersebut, bukan FIFA. Preseden serupa terjadi pada tahun 2019 dalam kasus Antoine Griezmann, di mana Atletico Madrid juga menuduh Barcelona bernegosiasi tanpa izin. Saat itu, FIFA tidak ikut campur dan RFEF-lah yang menangani kasus tersebut.

Read Entire Article
Bisnis | Football |